Logo Sulselsatu

Bupati Daeng Manye Tutup Festival Ponpes, Santri Takalar Harus Jaga Nilai Keislaman

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 25 Oktober 2026 18:56

Bupati Daeng Manye Tutup Festival Ponpes, Santri Takalar Harus Jaga Nilai Keislaman. Foto: Istimewa.
Bupati Daeng Manye Tutup Festival Ponpes, Santri Takalar Harus Jaga Nilai Keislaman. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, TAKALAR – Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 yang digagas Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M. dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 resmi ditutup, Sabtu (24/10/2026) malam.

Selama tiga malam berturut-turut, Lapangan Kantor Bupati Takalar menjadi pusat kreativitas santri dari 24 pondok pesantren se-Takalar.

Malam penutupan berlangsung semarak dengan pergelaran seni yang menampilkan bakat, potensi, dan kekayaan budaya pesantren.

Baca Juga : Bupati Takalar Bersama PLN Bahas Pembangunan PLTS 100 MW

Bupati Takalar Daeng Manye bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan tampak duduk di barisan terdepan menyaksikan penampilan santri, didampingi para Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Takalar yang turut memberikan dukungan.

Bupati Daeng Manye menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas antusiasme seluruh pondok pesantren yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan festival.

“Alhamdulillah, selama tiga malam kita menyaksikan luar biasanya potensi santri Takalar. Festival ini membuktikan bahwa santri kita tidak hanya pintar mengaji, tapi juga kreatif, percaya diri, dan mampu tampil di panggung dengan karya seni yang membanggakan,” ujar Daeng Manye.

Baca Juga : Pemkab Takalar Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98

Ia menegaskan, Festival Pondok Pesantren bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi investasi penting dalam membangun karakter generasi muda Takalar.

“Saya ingin santri Takalar menjadi pelopor kreativitas, penjaga nilai-nilai keislaman, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Pesantren harus menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing untuk menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.

Daeng Manye juga berharap festival ini menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi ruang silaturahmi yang mempererat ukhuwah antar pesantren.

Baca Juga : Pawai Santri Semarakkan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026

“Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus hadir mendukung pesantren. Karena memajukan pesantren berarti memajukan masa depan Takalar,” tambahnya.

Festival Pondok Pesantren Tahun 2026 sendiri diisi dengan lima agenda utama, yakni Apel Santri, Pawai Santri, Pameran Potensi Pesantren, Pagelaran Seni Santri, dan Seminar Kepesantrenan, yang semuanya mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis08 November 2026 20:07
XLSMART Perkuat Jaringan Dukung Konektivitas Sultra
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat jaringan telekomunikasi di Sulawesi Tenggara dengan mengoptimalkan infrastruktur yang kini diduk...
Makassar08 November 2026 18:00
Cerita di Balik Tren Solo Date: Sendiri Bukan Berarti Kesepian
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tidak semua keinginan harus menunggu orang lain untuk bisa diwujudkan. Terkadang, seseorang hanya ingin menonton film...
Makassar08 November 2026 17:58
DPPPA Makassar Gelar Festival Perempuan dan Anak, Gaungkan Anti Kekerasan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar menggelar Festival Perempuan dan Anak dalam ...
Nasional08 November 2026 15:08
BRInita BRI jangkau 16 Provinsi, Hasilkan 31,7 Ton Sayur dan Buah
Program BRI Bertani di Kota (BRInita) yang dikembangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli telah menghasilkan lebih dari 31,7 t...