Logo Sulselsatu

Razia Buku Diduga Berpaham Marxisme di Makassar Dikecam

Asrul
Asrul

Minggu, 04 Agustus 2019 23:56

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Upaya merazia buku oleh organisasi masyarakat atau Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) sepertinya mendapat sambutan yang kurang positif dari masyarakat. Tak sedikit pihak yang menganggap upaya razia itu tak berdasar dan berlebihan.

Seperti tangapan dari Koordinator Jaringan Gusdurian Kota Makassar, Fadlan L Nasurung. Dia menganggap pihak yang merazia buku itu tidak memahami buku yang telah dirazia.

Baca juga: Ormas di Makassar Razia Buku Diduga Berisi Paham Komunisme

Baca Juga : AJI Makassar: Razia Buku Konyol dan Bentuk Kemunduran Demokrasi

“Mereka yang merazia buku sebenarnya tak memahami apa isi buku yang mereka sita (razia), sekaligus menunjukkan bahwa mereka malas membaca dan tak mau beradu gagasan secara terbuka,” kata Fadlan kepada Sulselsatu, Minggu (4/8/2019).

“Menyedihkannya, karena yang melakukan itu dengan bangga menyatakan diri sebagai pejuang Islam. Entah karena kurang atau memang sama sekali tidak menghayati perintah Iqra (bacalah) yang merupakan fondasi dari ajaran yang dianutnya,” imbuhnya.

Fadlan melanjutkan, ia juga heran dengan upaya razia tersebut. “Namun yang jadi pertanyaan, kok mereka seberani itu yah? Apa iya itu hanya inisiatif pribadi atau kelompok?,” imbuhnya.

Baca Juga : Kecam Razia Buku, NA: Jangan Lihat Sampulnya tetapi Pahami Isinya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani kepada wartawan menjelaskan, pihaknya bakal mencoba menyelidiki lebih lanjut soal beredarnya buku marxisme.

“Polda akan melakukan penyelidikan terhadap beredarnya buku komunisme marxisme,” kata Dicky dikonfirmasi terpisah.

Namun Dicky justru tampak bingung saat dikonfirmasi apakah tindakan BMI yang merazia buku sudah sesuai hukum atau tidak. Hingga kini Dicky belum memberikan tanggapannya lebih lanjut.

Baca Juga : Ketua Jurusan Politik UIN Sebut Razia Buku di Makassar Tindakan Primitif

Sebelumnya, pada Sabtu, 3 Agustus 2019 kemarin, aksi razia buku diduga berpaham marxisme, lenimisme dan komunisme di sejumlah toko buku ternama di pusat perbelanjaan atau mall di Kota Makassar viral di media sosial.

Melalui sebuah video yang viral, aksi tersebut dilakukan oleh Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel. Mereka mencopot sejumlah buku yang diduga berpaham komunisme yang terpajang di display toko buku Trans Mal Gramedia.

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli menjelaskan, dasar hukum yang menjadi acuan pihaknya merazia buku ini adalah Tap MPRS Nomor XXV 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia dan juga pelarangan ajaran atau doktrin bermuatan komunisme atau marxisme, lenimisme.

Baca Juga : Ormas di Makassar Razia Buku Diduga Berisi Paham Komunisme

“Jadi, kami datang memperlihatkan dasar hukumnya dan kami menganggap bahwa salah satu cara menyebarkan paham marxisme, lenimisme dan komunisme adalah dengan penjualan buku,” kata Zulkifli saat dikonfirmasi Minggu (4/8/2019).

Zulkifli melanjutkan, kedatangannya ke sejumlah toko buku di Makassar untuk mengimbau pemilik toko agar buku-buku yan diduga berpaham komunisme tersebut tidak lagi di perjualbelikan.

“Jadi kami Alhamdulillah kemarin telah memberikan pemahaman kepada pihak Gramedia sehingga sepakat menarik dan tidak menjula buku-buku itu lagi,” ujarnya.

Baca Juga : VIDEO: Ormas BMI Makassar Razia Buku yang Diduga Berisi Paham Komunisme

Zulkifli yang juga aktivis Pemuda Pancasila Sulsel itu mengatakan, aksinya tersebut bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya sudah ada dua lokasi yang pernah dimintanya untuk tidak menjual jenis buku berbau komunisme, yakni Toko Gramedia di Trans Studio Mal (TSM), Jalan Metro Tanjung Bunga dan Mall Panakkukang, Kota Makassar.

Upaya tersebut berujung penarikan hingga ratusan buku dari toko-toko yang dimaksud. “Sudah lama kita lakukan razia ini, kami pernah razia Gramedia Mall Panakkukang dan terakhir kemarin, Sabtu 3 Agustus 2019, di TSM Makassar. Buku-buku yang ditarik itu sudah banyak juga, di Mall Panakukang sekitar 60-an dan Mall TSM sekitar 50-an,” katanya.

“Pasti kita cari semua yang terindikasi menyebarkan paham itu, akan kami cari dan kami akan terus memberi pemahaman kepada pemilik toko tentang bahaya pemahaman ini,” pungkasnya.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...