Logo Sulselsatu

Bupati Gowa Dukung Pembangunan Pendidikan yang Berkualitas

Asrul
Asrul

Selasa, 20 Agustus 2019 11:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan pendidikan yang berkualitas secara merata dan menyeluruh. Termasuk di wilayah Kabupaten Gowa.

Pihaknya pun sangat memberikan apresiasi luar biasa atas digelarnya Rapat Koordinasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan yang digelar Kementrian Pendidikan Kebudayaan Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Senin (19/8/2019).

Menurut Adnan, adanya rapat koordinasi yang melibatkan seluruh kepala daerah dan stakeholder terkait merupakan salah satu cara untuk mencari solusi yang tengah dihadapi pemerintah dalam hal penigkatan sumber daya manusia di Indonesia melalui sektor pendidikan.

Baca Juga : Dikaitkan Kasus Dugaan Korupsi hingga Usulan Pemakzulan, Benarkah Bupati Gowa Tak Lagi Dipercaya oleh Sejumlah Bawahannya?

“Dengan digelarnya rakor ini segala permasalahan-permasalahan yang ada di daerah otomatis dapat teratasi. Sehingga jangka panjangnya akses dan peningkatan mutu pendidikan di daerah lebih berkualitas,” katanya usai menghadiri rapat koordinasi ini.

Sementara, Sekrestaris Jenderal Kementerian Pendidikan Kebudayaan Nasional, Didi Suhardi menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka membangun pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

Hal ini selaras dengan semboyan Presiden RI yakni “Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju”, yang mana pendidikan merupakan salah satu komponen dalam membangun SDM unggul.

Baca Juga : BKN Bakal Panggil BKD Gowa Usai 16 Pejabat Eselon II Dinonaktifkan oleh Bupati

“Kegiatan ini dianggap perlu untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan pusat,” katanya.

Indikator berdasarkan pendidikan diukur dengan seberapa besar kita mampu memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia usia sekolah untuk bisa menikmati pendidikan. Sesuai dengan amanat dan Undang-undang maka pemerintah sudah mengamatkan agar kita melaksanakan wajib belajar 12 tahun.

“Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama, yang mana pada saatnya nanti minimal anak-anak Indonesia berpendidikan setingkat sekolah menengah, dan tentunya ini perlu kerja keras kita bersama sehingga wajib belajar 12 tahun menjadi program yang kita prioritaskan,” jelasnya.

Baca Juga : Daftar 15 Pejabat Eselon II Pemkab Gowa yang Dinonaktifkan Sementara Bupati Husniah

Sekadar diketahui, ada beberapa tantangan yang dihadapi pada dewasa ini dalam rangka menjalankan wajib belajar 12 tahun. Pertama terkait dengan wilayah Indonesia yang sangat luas. Tentu ini merupakan tantangan yang luar biasa, disisi lain masih banyaknya warga Indonesia yang kurang mampu yang diakibatkan tidak adanya keberpihakan pemerintah, sehingga akan sulit mendapatkan kesempatan bersekolah.

Kedua terkait dengan kualitas sumber daya manusia yang mana kita tidak ingin hanya sekadar melaksanakan wajib belajar 12 tahun tanpa kualitas sumber daya. Kita ingin pendidikan berkualitas, sehingga bonus demografi yang kita miliki dimana hampir 60 persen Indonesia adalah negara maritim tanpa pendidikan yang berkualitas ini bukan menjadi bonus malah menjadi bencana.

“Olehnya itu, pendidikan yang berkualitas menjadi tanggung jawab kita bersama yang tentu tidak lagi pada tujuan-tujuan hantara tetapi harus langsung dan mungkin menancapkan tujuan-tujuan berkualitas dengan menggunakan indikator-indikator yang tajam sehingga kita bisa langsung melakukan treatment, intervensi untuk merealisasikan kualitas pendidikan tersebut,” ungkap Didi Suhardi.

Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

Sementara, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan bahwa aset paling berharga bagi bangsa Indonesia adalah generasi yang terdidik dengan baik.

“Kita tentu menyadari betul bahwa negara kita ini negara yang sangat makmur, dan kaya raya akan sumber daya alam yang melimpah, tentu ini bukan modal satu-satunya untuk kita mensejahterakan rakyat. Begitu banyak negara yang minim SDA, tetapi mampu tumbuh dengan memberikan kesejahteraan yang seadil-adilnya pada rakyatnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, betapa pentingnya memberikan akses yang baik untuk fasilitas-fasilitas pendukung pendidikan serta perlunya memperhatikan zonasi dan daya tampung sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Baca Juga : Anak Buah Husniah Talenrang Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG, Langsung Ditahan di Polres Gowa

Sulsel dengan 24 kabupaten/kota, memiliki 330 pulau dan salah satu kesulitan yang dihadapi terkait pelaksanaan UNBK yakni masyarakat yang ada di pulau harus berhari-hari menggunakan alat transportasi laut sederhana. Selain itu mereka harus mengarungi lautan yang ganas, bahkan tiga hari tiga malam.

“Bisa dibayangkan apakah mereka akan stabil mengikuti UNBK,” tutup NA.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...