Logo Sulselsatu

Waspada! Diet Karbo Bisa Picu Penyakit Kronis hingga Kematian Dini

Asrul
Asrul

Selasa, 27 Agustus 2019 18:54

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com – Masyarakat kini telah banyak mengenal ragam pola diet untuk menurunkan berat badan. Di antaranya, diet mediterania, diet keto, diet DEBM, diet mayo, sampai diet rendah karbohidrat.

Diet karbohidrat ini dilakukan hanya dengan mengonsumsi sumber protein dan menghindari asupan karbohidrat. Karbohidrat yang dikurangi asupannya antara lain nasi, kentang, jagung, dan lainnya.

Asupan ini digantikan dengan berbagai makanan lain yang memiliki kandungan protein atau serat lebih banyak dibanding karbohidratnya.

Bagi orang yang pernah mencobanya, diet ini diklaim efektif untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Dikutip dari Medical News Today, diet rendah karbohidrat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang besar. Pasalnya karbohidrat menjadi sumber energi utama bagi tubuh.

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Masyarakat Eropa di Munich, Jerman, oleh Prof. Maciej Banach, dari Universitas Kedokteran Lodz di Polandia menjelaskan adanya hubungan diet rendah karbohidrat dengan kematian.

Analisis studi menjelaskan bahwa mereka yang mengonsumsi karbohidrat kurang dari 32 persen, memiliki kemungkinan meninggal sebelum waktunya dibandingkan dengan mereka yang banyak makan karbohidrat.

Banach mengatakan diet rendah karbohidrat ini menguntungkan hanya dalam jangka waktu pendek.

“Dalam jangka waktu pendek, ini berguna untuk menurunkan berat badan. Tapi penelitian menunjukkan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan kanker,” katanya.

Dilansir dari Web MD, ada beberapa risiko diet rendah karbohidrat yang mungkin dialami selain kematian.

1. Kolestrol tinggi
Sumber protein yang dikonsumsi seperti susu murni, makanan berlemak tinggi dapat meningkatkan kolestrol. Ini bisa menjadi peluang Anda terkena penyakit jantung.

2. Masalah Ginjal
Memakan banyak protein nyatanya dapat memicu ketegangan pada ginjal dan memperburuk fungsi ginjal.

3. Osteoporosis dan batu ginjal
Saat melakukan diet rendah karbohidrat, Anda memungkinkan lebih sering buang air kecil dari biasanya. Beberapa ahli berpendapat bahwa ini dapat membuat Anda terkena osteoporosis dan batu ginjal

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News25 Juni 2026 20:08
LAZ Hadji Kalla Sunat Gratis 188 Anak Duafa di Buton Tengah
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla kembali menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Sirkumsisi Sehat....
Makassar25 Juni 2026 19:51
Buka Dies Natalis ke-65 UNM, Prof Farida Patittingi Tegaskan Inovasi Kampus Harus Berdampak Nyata
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Farida Patittingi, secara resmi membuka rangkaian peringatan Dies Nat...
Bisnis25 Juni 2026 18:53
Asmo Sulsel Dekatkan Produk Honda ke Anak Muda Lewat Pameran di Kafe
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar rangkaian pameran sepeda motor Honda di sejumlah kafe di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat...
News25 Juni 2026 18:19
Pelindo Gandeng Kejati Maluku Kawal Proyek Terminal Penumpang Pelabuhan Ambon
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 bersama Kejaksaan Tinggi Maluku memperkuat sinergi dalam penguatan tata kelola dan kepastian hukum guna me...