Logo Sulselsatu

Dihukum Guru Makan Sampah, Belasan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Asrul
Asrul

Rabu, 16 Oktober 2019 08:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, CHINA – Belasan siswa SMA di Henan, China dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi sampah. Mereka sakit perut setelah terpaksa memakan sampah sebagai hukuman yang diberikan oleh guru.

Sang guru menghukum mereka lantaran lupa mengosongkan isi tempat sampah.

Seperti dilansir Asia One, Selasa (15/10/2019), insiden itu baru diketahui setelah para siswa melakukan pemeriksaan di rumah sakit, dan ditemukan benda-benda asing yang menyumbat saluran pencernaan.

Kejadian itu berawal dari seorang guru yang tidak disebutkan identitasnya melakukan pemeriksaan di dalam ruang kelas. Ia kemudian mendapati beberapa siswa belum mengosongkan tempat sampah.

Karena tidak ada siswa yang mengaku bertanggung jawab, ia langsung memanggil belasan murid dan memaksa mereka memakan seluruh isi tempat sampah.

Guru itu baru memperbolehkan mereka masuk ketika tempat sampah sudah kosong. Salah seorang siswa mengaku takut saat dihukum.

“Dia berdiri di samping dan memperhatikan. Saya tidak berani membangkang hukuman itu,” kata seorang siswa.

Siswa tersebut menambahkan setidaknya ada 10 siswa lain yang juga mengalami hukuman sama. Mereka disebut takut mengadu kepada orangtua karena diancam akan dikeluarkan.

Orangtua korban baru mengetahui hukuman itu ketika menemukan kertas, kulit lengkeng, bahkan kantong plastik di dalam campuran kotoran anaknya.

Kepala sekolah setempat mengklaim guru tersebut tidak serius dengan ketika memberi hukuman dan hanya melampiaskan kekesalannya saja.

Namun pernyataan kepala sekolah itu justru menuai reaksi netizen di media sosial.

“Para murid tidaklah bodoh. Jika tidak ada orang yang memaksa, mengapa mereka memakannya?” tulis seorang netizen dalam kolom komentar dalam akun Weibo.

Akibat kasus ini, polisi menahan guru yang bersangkutan dan kepala sekolah tersebut diberhentikan dari tugasnya.

Kekerasan fisik yang dilakukan pihak sekolah bukan pertama kali di China.

Pada Maret lalu, guru musik menyuruh para murid kelas dua SD untuk menampar wajah mereka karena berisik saat di kelas.

Pemerintah China memang belum memiliki undang-undang yang mengatur mengenai hukuman fisik. Kementerian pendidikan dan departemen pendidikan setempat baru mengeluarkan instruksi terkait hal itu.

Akan tetapi, pejabat di provinsi Guangdong telah mempertimbangkan rancangan undang-undang yang akan mengatur beberapa hal terkait hukuman fisik. Aturan itu dapat menjerat guru-guru sekolah dasar dan sekolah menengah.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...