Logo Sulselsatu

VIDEO: Korban Tewas Bom Masjid di Afghanistan Bertambah Jadi 62 Orang

Andi
Andi

Sabtu, 19 Oktober 2019 17:30

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com – Ledakan bom mengguncang sebuah masjid di wilayah Afghanistan bagian timur. Jumlah korban jiwa akibat ledakan tersebut bertambah menjadi 62 orang. Serangan terjadi saat salat Jumat tengah berlangsung di masjid tersebut.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Attaullah Khogyani mengatakan, ledakan timbul akibat bahan peledak yang ditempatkan di dalam masjid. Namun menurut sumber-sumber lain, termasuk kelompok militan Taliban, gedung masjid tersebut kemungkinan telah terkena serangan mortir.

Belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim serangan tersebut.

Baca Juga : Kunjungi Gereja Katedral Makassar, Mahfud MD: Terorisme Musuh Semua Agama

Video Editor: Andi Hermanto
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...