Logo Sulselsatu

Atasi Banjir, Pemkot Bakal Bikin Kolam Resapan Air

Asrul
Asrul

Jumat, 22 November 2019 23:18

Sejumlah petugas mengevakuasi warga korban banjir di Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (24/1/2019). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
Sejumlah petugas mengevakuasi warga korban banjir di Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (24/1/2019). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar tengah melakukan kajian untuk membangun kolam tunggu yang nantinya bakal digunakan sebagai tempat penampung air dalam jumlah yang lumayan besar.

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU kota Makassar, Fuad Azis mengatakan kolam tunggu berfungsi sebagai resapan buatan yang nantinya akan menampung air hujan dan menampung air dari aliran drainase yang bakal di serap ke dalam tanah.

“Kita juga upayakan pembangunan kolam tunggu. Kolam itu fungsinya untuk menampung air dalam volume besar. Jadi kita buat kolam di bawah lokasi-lokasi tertentu,” ungkap Fuad, Jumat (22/11/2019)

Baca Juga : Belum Sebulan Sudah Rusak, DPRD Makassar Soroti Kinerja Dinas PU

Fuat mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan kolam tunggu di Makassar di beberapa titik rawan genangan di Kota Makassaar.

Salah satu kolam tunggu sudah dibuat di depan halaman Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo Makassar dengan ukuran lebar 8 meter, panjang 70 meter dengan ketinggian struktur 2 meter dan penggalian sampai 4 meter.

Target selanjutnya, yakni Lapangan Hertasning yang direncanakan selesai di 2020.

Baca Juga : PUPR Target Proyek Pengelolaan Air Limbah di Makassar Selesai Bulan November

“Ada enam titik yang kita rencanakan. Pertama itu di lapangan kantor Gubernur Sulsel. Itu sudah selesai. Kemudian di lapangan Hertasning, mudah-mudahan 2020 selesai. Ada juga di Kodam III, daerah Antang, dan lainnya di tengah kota. Kolam tunggu ini merupakan solusi,” katanya.

Kendati demikian, untuk pengerjaan kolam tunggu di ruas jalan masih terkendala kurangnya dana. Terlebih yang di gunakaan adalah anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 dengan jumlah dibutuhkan sekitar Rp365 milliar.

“Kita juga pernah rencanakan bangun kolam di bawah jalanan. Itu pernah hampir kita coba di Jalan Sulawesi. Tapi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp365 milliar. Tapi kita tidak punya anggaran sebesar itu,” kata Fuad

Baca Juga : Keruk Sedimen Sungai Kampung Baru Antang, Pemkot Bakal Koordinasi BBWSPJ

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...