SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memfasilitasi kesepakatan damai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa dengan pemimpin Thariqat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf, Puang La’lang di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Kamis (6/2/2020).
Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni yang menyaksikan langsung perdamaian ini mengungkapkan terima kasihnya kepada kedua belah pihak karena proses perdamaian telah terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah semua sudah berdamai dan mudah-mudahan kesepakatan ini berjalan sesuai dengan harapkan kita, sehingga Kabupaten Gowa kedepannya lebih aman, tentram dan pemerintah dapat mebangunan Gowa lebih baik lagi kedepannya,” kata Karaeng Kio, sapaan akrab Wabup Gowa.
Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa
Ia berharap kedua belah pihak saling introspeksi diri apa yang dianggap salah untuk menjadi evaluasi bersama dan diperbaiki.
“Tentu semua kita berharap perdamaian yang kita lakukan ini dapat menjadi evaluasi kita masing-masing untuk saling memperbaiki diri kita masing-masing sesuai ajaran Islam,” harap Abd Rauf.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Gowa, KH Abubakar Paka mengatakan perdamaian keduanya terjadi setelah dilakukan beberapa kali pertemuan.
Baca Juga : Anak Buah Husniah Talenrang Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG, Langsung Ditahan di Polres Gowa
“Saya berharap dengan adanya kesepakatan untuk berdamai tersebut kedepan baik MUI mapun Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf bisa membangun komunikasi dengan baik, kalau perlu suatu saat ada kegiatannya undanglah MUI dan sebaliknya kita juga bisa mengundang pada kegiatan MUI,” jelasa KH Abubakar Paka.
Hal senada juga disampaikan oleh Penasehat Hukum Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf, Muhammad Isra yang berharap ke depannya MUI dan pihak Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf untuk bisa berkoordinasi dan mencocokkan apa yang dianggap berbeda.
“Mungkin sebetulanya untuk meluruskan hal seperti itu, dari pihak MUI dan pihak Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf boleh berkoordinasi kedepan untuk mencocokkan karena yang namanya perbedaan pendapat dalam Islam itu biasalah,” jelasnya.
Baca Juga : Hak Angket DPRD Gowa Resmi Bergulir, Ini Sejumlah Isu yang Disorot
Sebagai Penasehat Hukum Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf, Muhammad Isra pada kesempatan tersebut juga mencabut somasi yang sempat dikeluarkan beberapa waktu lalu untuk MUI dan meminta maaf kepada MUI Kabupaten Gowa.
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar