Logo Sulselsatu

Jepang Respons RI Soal Warganya Jadi Sumber Corona di Indonesia

Asrul
Asrul

Selasa, 10 Maret 2020 16:32

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Pemerintah Jepang merespons Indonesia yang menyebut warga asal Negeri Sakura menjadi sumber penyebaran virus corona di RI.

“Warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia bukan merupakan sumber penyebaran virus corona, melainkan sahabat Indonesia. Mari kita bersama-sama berupaya menanggulangi isu virus corona,” demikian pernyataan Duta Besar Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii, Senin (9/3/2020) kemarin seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Pernyataan itu disampaikan Jepang setelah Indonesia mengumunkan kasus virus corona pertama yang terjadi di dalam negeri, yang terdiri dari dua warga asal Depok, Jawa Barat pada 2 Maret lalu.

Baca Juga : Dirgahayu Republik Indonesia, Ini 8 Langkah Nyata BRI Dukung Bangsa Semakin Berdaulat, Sejahtera dan Maju

Baca juga: Waspada, Virus Corona Sudah Masuk RI

Kedua warga Depok yang merupakan pasangan ibu dan anak itu disebut tertular virus corona setelah salah satunya menjalin kontak dengan warga Jepang di Jakarta. Tak lama setelah pertemuan itu, warga Jepang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Indonesia-jadi-19-orang.html" aria-label="“Bertambah, Jumlah Positif Corona di Indonesia Jadi 19 Orang” (Edit)">Bertambah, Jumlah Positif Corona di Indonesia Jadi 19 Orang

Baca Juga : VIDEO: Presiden Prabowo Saksikan Langsung Kemenangan Indonesia atas Bahrain 1-0

Sementara itu, juru bicara pemerintah RI untuk penanganan kasus corona, Achmad Yurianto, kini enggan mengumumkan detail negara asal dari sejumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Salah satu alasannya, ia mengaku diprotes duta besar negara terkait pada kasus-kasus sebelumnya.

“Karena kami sempat dikomplain salah satu kedutaan karena muncul diskriminasi masyarakat terhadap warga negara dari negara itu. Diteriaki sebagai penyebar covid,” kata Achmad di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).

Hal ini kemudian membuat WNA tersebut tidak nyaman dan mengadukan kepada kedutaan. Kemudian kedutaan negara tersebut meminta pihak pemerintah Indonesia agar tidak mengumumkan asal maupun sumber negara penderita corona.

Baca Juga : KJS Kembali Gelar Apresiasi Media Sekaligus Nobar Indonesia Vs Bahrain

Hingga kini, kasus virus corona di Indonesia telah bertambah mencapai 19 orang.

Dalam pernyataannya, Ishii menekankan bahwa Jepang mendukung kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia terkait pencegahan penyebaran virus corona.

Sejak kasus virus corona bertambah di dalam negeri, pemerintah memutuskan melarang pendatang dari kota-kota sumber penyebaran virus corona di Korea Selatan, Iran, dan Italia untuk masuk dan transit di Indonesia.

Baca Juga : TSM Makassar Bakal Gelar Japan Fest 2024, Tampilkan Budaya Negeri Sakura

Ketiga negara itu memang memiliki kasus virus corona dan kematian terbanyak di dunia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pendatang yang dilarang datang ke Indonesia untuk sementara mencakup Kota Qom, Teheran, dan Provinsi Gilan di Iran; wilayah Lombardia, Veneto, Emilia-Romagna, Marche, dan Piedmont di Italia; dan wilayah Daegu dan Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.

Warga di kota lain selain yang disebutkan di atas tetap diizinkan masuk ke Indonesia namun harus mengantongi sertifikat sehat.

Baca Juga : Dirgahayu RI ke-79, Berikut Sederet Kontribusi BRI Untuk Negeri

Meski tak membatasi turis asal Jepang, pemerintah Indonesia telah meningkatkan level perjalanan bagi WNI ke Negeri Sakura menjadi waspada tinggi.

Sebab, Jepang juga masuk dalam negara dengan jumlah kasus dan kematian akibat corona yang cukup banyak. Per hari ini, kasus virus corona di Jepang mencapai 530 kasus dengan 9 kematian.

Jika ditambah dengan pasien dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina di Yokohama, kasus virus corona di Jepang mencapai 1.499 dengan kematian 16 jiwa.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 16:45
Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Barista di Makassar
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Pemberdayaan ...
Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....