Logo Sulselsatu

Toko Agung Membandel, Satpol PP Tindak Tegas

Asrul
Asrul

Jumat, 24 April 2020 23:10

Pusat keramaian dan toko-toko di Kota Parepare dipantau ketat. (ist)
Pusat keramaian dan toko-toko di Kota Parepare dipantau ketat. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar sudah mulai diberlakukan, Jumat (24//4/2020). Selain usaha penyedia bahan pokok dan pangan, segala bentuk usaha dilarang beroperasi selama penerapan PSBB yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

Namun, Satpol PP Kota Makassar saat melakukan patroli, masih saja menemukan pengusaha yang membandel dan tetap buka usahanya di hari pertama penerapan PSBB.

Diketahui, sekitar pukul 10:00 Wita hari ini, pihak Satpol PP melakukan pemantauan dan penertiban di beberapa titik, mulai dari Jalan Veteran Utara, Cendrawasih, Ratulangi, dan Somba Opu.

Baca Juga : Naik Penyidikan, Eks Wali Kota Makassar Diperiksa Kejati Sulsel soal Reklamasi Pantai

Sejumlah pertokoan non-bahan pokok masih ada yang yang ditemukan beroperasi. Salah satunya yakni Toko Agung di Jalan Ratulangi. Toko penjualan alat-alat tulis menulis terbesar di Kota Makassar ini masih saja buka meski sudah dilarang.

Kepala Satpol PP Kota Makassar Iman Hud, mengaku pihaknya menemukan modus dari beberapa pengusaha non bahan pokok dalam mengelabui petugas, untuk tetap beroperasi.

“Toko Agung lucu, dari luar tutup tapi di dalam banyak orang dan tetap beroperasi, makanya kami tindak,” kata Iman Jumat (24/4/2020).

Baca Juga : Anggota TNI AU Dibusur Panah saat Hendak ke CPI Makassar, 7 Pelaku Ditangkap

Selain Toko Agung, tandas Iman, sejumlah toko yang bukan penyedia bahan pokok tetap membandel buka dengan berbagai alasan.

“Ada yang buka toko secara terang-terangan dan mengaku tidak tahu ada aturan pelarangan, juga ada yang tahu tapi tetap buka secara terang-terangan,” sambungnya.

Iman menyinggung bahwa toko yang tetap membandel seakan ingin menguji kekuatan Perwali dan aparat pemerintahan. Sehingga tidak kooperatif dalam melaksanakan aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Baca Juga : Payabo Recycle Sulap Limbah Plastik Jadi Bingkai Kacamata di Makassar

“Beberapa pengusaha, seperti toko Agung kan sudah tahu sejauh mana dampak kalau mereka melanggar. Mereka kan punya pengacara, makanya buka secara sembunyi-sembunyi,” tuturnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...