Logo Sulselsatu

Dewan Ingatkan PDAM, Berikan Pelayanan Terbaik ke Warga

Asrul
Asrul

Rabu, 26 Agustus 2020 12:10

Pekerja menyelesaikan pemasangan pipa Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Jumat (14/12/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
Pekerja menyelesaikan pemasangan pipa Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Jumat (14/12/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR –
Ketua Komisi B Bidang Ekonomi Keuangan DPRD Kota Makassar William Laurin mengatakan bahwa pelayanan PDAM Kota Makassar baru mencapai sekitar 70 persen sehingga belum ada kewajiban penyetoran deviden ke pemerintah kota.

Hal ini berdasarkan Permendagri tahun 2009 tentang Percepatan Terhadap Program Penambahan 10 juta Sambungan Rumah Air Minum yang mempersyaratkan Perumda harus memiliki tingkat pelayanan mencapai 80% sebelum diwajibkan menyetorkan devidennya. Namun jika peningkatan laba yang cukup tinggi dapat dipertahankan hingga akhir tahun maka ada potensi PDAM bisa menyetorkan devidennya ke Pemkot

“Jika laba semakin meningkat lagi ke depannya maka semakin tinggi deviden, jadi ada keterkaitan antara peningkaran laba ini dengan deviden nantinya,” ujar legislator PDIP ini.

Baca Juga : PDIP Dorong APBD Perubahan Makassar Lebih Berpihak pada Warga

William melanjutkan bahwa laporan tersebut masih akan dipantau kedepannya. Melihat potensi ini, dirinya bersama Komisi B berencana akan membicarakan hal tersebut pada laporan keuangan selanjutnya.

“Jadi rencana melihat hal ini jika berhasil dipertahankan dan meningkat bisa saja PDAM berpotensi setorkan deviden, nanti kita tekankan di triwulan ketiga devidennya kita bahas,” katanya lagi.

Lebih lanjut meski memperoleh laba sementara yang cukup tinggi dari target tahun ini sebesar Rp14 milliar, anggaran tersebut juga bisa saja dikembalikan lagi ke mereka untuk menggenjot pelayanan seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga : RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount

Apalagi belakangan sejumlah persoalan masih perlu diselesaikan oleh Perumda tersebut, seperti, distribusi air, kebocoran dan penggantian pipa, hingga peremajaan meteran air.

“Pelayanan masih perlu ditingkatian, seperti kebocoran air, di daerah utara itu masih banyak juga belum menikmati air, ini PR juga bagi PDAM,” lanjut William.

Sementara itu Anggota Komisi B Lainnya Nurul Hidayat juga merasa demikian, meski laba sementara cukup tinggi, dirinya menekankan pentingnya peningkatan pelayanan menjadi hal utama yang perlu dibenahi PDAM.

Baca Juga : Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi

“Yang jelas kita jangan liat dulu target devidennya, peningkatan pelayanan yang terpenting, ketersediaan air bersih masih belum merata di pelosok kota, kebocoran-kebocoran pipa masih terdapat di mana-mana, karena banyak yang masih menggunakan pipa lama dan mungkin perlu diadakan pergantian pipa yang lebih besar, biar air mengalir lebih lancar,” ujar legislator Golkar ini.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...