Logo Sulselsatu

Alasan Dukung ADAMA, Syahrir: Pak Lurah Turunkan Insentif Saya

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Kamis, 22 Oktober 2020 11:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kabar ketidaknetralan camat-lurah di Pilkada Makassar semakin tersiar. Bahkan, satu-persatu RT/RW mengaku mengalami perlakuan tidak adil lantaran dipaksa memilih calon yang bukan menjadi keinginan mereka.

“Beberapa teman-teman diturunkan insentifnya karena sudah terbaca mendukung ADAMA,” ungkap Syahrir Nyarrang, salah satu ketua RT di Kelurahan Kassi-kassi, Kamis (22/10/2020).

Syarir mengaku, kebijakan penurunan isentif RT/RW itu bukan lagi berdasar pada basis kinerja. Syahrir menilai sarat kepentingan politik.

“Saya tidak tau bagaimana dasar penilaian dari camat-lurah, karena tugas saya tetap saya jalankan yakni 9 indikator itu, tapi pak lurah turunkan insentif saya,” tambah Syahrir.

Dia mencurigai, camat-lurah di Pilkada Makassar ditunggangi kepentingan politik. Apalagi sejak dirinya terang-terangan mendukukung paslon nomor 1, isentifnya menurun drastis.

“Dari 1.000.000 juta turun menjadi 250.000 ribu. Saya memang terang-terangan mendukung ADAMA,” ujarnya.

Syahrir mengaku, karena mempertahankan idealismenya untuk memilih tanpa ada paksaan, dia merasa mengalami perlakuan yang tidak adil dari aparat pemerintah kota.

“Yang paling memahami kinerja RT/RW adalah pak Danny Pomanto. Yang bisa mensejahterakan dan mengangkat derajat dan mensejahterakan RT/RW adalah beliau, jadi mau tidak mau kami harus memilih pak Danny kembali,” tegasnya.

Syahrir menyesalkan, saat ini terjadi pengelompokan RT/RW di kelurahannya. Sebab pilihan dan hak politik menjadi alasan.

“Ada juga RT/RW yang dukung paslon lain kok insentifnya tidak terganggu. Kami heran, kenapa aparat pemerintah tidak netral sih, padahal ini wilayah politik, bukan wilayah pelayanan,” sesalnya.

Senada, Aksan ketua RT di Kelurahan Bangkala, mengaku mengalami hal serupa di wilayahnya. Aksan mengaku RT/RW pendukung ADAMA seperti dianaktirikan oleh pihak kelurahan.

“Ada apa, kami ini relawan pemerintah, tapi kenapa ada sekat-sekat sejak pilwali ini berlangsung, kami merasa disisihkan, terus terang saya juga pendukung ADAMA,” ungkapnya.

Mantan wali kota Makassar, yang juga menjadi kontestan di Pilkada Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, meminta RT/RW bersabar atas tindakan oknum pemerintah yang tidak adil terhadap mereka.

“Sabarki, kebenaran tidak pernah kalah, terus berjuang untuk memenangkan masa depan kita, Tungguma,” kata Danny memotivasi. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...