Logo Sulselsatu

Akademisi Unhas Bahas Kondisi Pandemi di Sulsel

Asrul
Asrul

Sabtu, 09 Januari 2021 22:37

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan dan Makassar, belum menunjukkan penurunan. Bahkan, dua minggu hari terakhir ini, terjadi indikasi peningkatan kasus konfirmasi positif setiap harinya. Pemerintah pusat bahkan berencana memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali.

Menyikapi situasi di Kota Makassar, Tim Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin menggelar rapat koordinasi dipimpin oleh Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran, Prof Budu.

Turut hadir pada rapat ini antara lain Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Ichsan Mustari, beberapa pakar epidemiologi Unhas, pakar kesehatan dan kedokteran, serta para dokter dan anggota Tim Satgas Covid-19 Unhas.

Dalam pengantarnya, Prof Budu menjelaskan bahwa pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas perkembangan terkini pandemi Covid-19 di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, serta langkah spesifik yang akan diambil oleh Tim Satgas Covid-19.

“Kasus saat ini terus meningkat, sementara kesiapan sistem kesehatan kita, baik rumah sakit, tenaga kesehatan, maupun sarana pendukung seperti laboratorium cenderung stagnan. Maka perlu kita ambil langkah taktis, minimal untuk dapat melindungi sivitas akademik Unhas jika ada yang terpapar,” kata Prof Budu, Sabtu (9/1/2021).

Masukan dari perserta rapat memaparkan situasi yang kini dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah terkait pandemi. Selain kesiapan fasilitas kesehatan yang mulai kewalahan, juga keberadaan tenaga kesehatan yang semakin banyak terpapar Covid-19.

“Kita hampir setiap hari mendengar ada kabar tenaga kesehatan, dokter, dan guru-guru kita yang wafat karena terpapar Covid-19. Ini situasi yang tidak bisa dibiarkan, maka harus kita ambil langkah sinergis yang melibatkan semua pihak,” kata Prof Idrus Paturusi yang turut serta dalam pertemuan ini.

Sementara itu, Guru Besar Kedokteran Unhas, Prof.# Irawan Yusuf, kembali menegaskan bahwa kunci utama mengatasi pandemi ini adalah dengan melakukan testing, tracing, dan treatmen atau 3T secara maksimal. Dirinya melihat hal ini yang nampaknya tidak optimal dilakukan oleh pihak berwenang.

“Coba saya tanya, kalau ada orang yang terpapar, apakah betul mereka itu di-tracing kepada orang dekatnya atau keluarganya? Ini yang tidak maksimal kita lakukan. Padahal ini adalah hulunya,” kata Prof. Irawan.

Rapat selanjutnya mendengarkan berbagai masukan dari peserta yang hadir, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Masing-masing pihak sepakat bahwa upaya mengatasi pandemi ini seharusnya melibatkan semua pihak secara terus-menerus dan berkelanjutan, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga pengetesan dan pengobatan.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...