Logo Sulselsatu

Nurdin Abdullah Sebut Dua Kali Tolak Uang Ferry Tanriadi

Asrul
Asrul

Sabtu, 06 November 2021 16:24

Suasana sidang Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah. Ist
Suasana sidang Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel non aktif, HM Nurdin Abdullah (NA) secara tegas menyebut melakukan penolakan atas pemberian uang dari kontraktor. Termasuk dari Ferry Tanriadi yang justru dialihkan jadi sumbangan masjid.

Fakta tersebut terungkap dalam agenda pemeriksaan terhadap Nurdin Abdullah (NA) di Ruang Sidang Prof Harifin Tumpa, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jumat (5/11/2021).

“Waktu itu dia (Ferry) minta waktu ketemu dengan saya melalui salah satu walpri tapi saya tidak diberi tahu namanya, ternyata itu adalah Ferry Tanriadi. Dia tawarkan saya uang operasional tapi saya bilang gak usah, perbaiki kualitas kerjaan saja,” ungkap NA.

Baca Juga : Siang Ini Nurdin Abdullah Jalani Sidang Vonis Kasus Suap di Pengadilan Tipikor Makassar

Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa Ferry Tanriadi beberapa kali menawarkan uang operasional, namun tetap ditolak. Karena didesak oleh Ferry kata Nurdin, ia kemudian meminta uang tersebut untuk dialokasikan ke pembangunan Masjid Ikhtiar Perdos Unhas saja yang saat ini dalam tahap pembangunan.

“Saya bilang kalau mau bantu kasih Masjid Ikhtiar saja. Pada bulan Februari, Syamsul lapor ke saya kalau dia terima Rp2,2 M dari Fery,” jelasnya.

Terkait sumbangan tersebut, kata NA, telah dilaporkan kepada pengurus masjid. “Saya langsung lapor ke panitia karena kebetulan saya juga bagian dari panitia pembangunan masjid itu,” sebutnya.

Baca Juga : Kasus NA Disebut Tak Memenuhi Unsur OTT dan Gratifikasi

Sebagai panitia, NA memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan uang sebanyak Rp7,5 M demi pembangunan masjid. Sehingga, ia mengaku uang tersebut tak disimpan dalam rekening melainkan disimpan dalam brankas kecil miliknya di rumah pribadi di Perdos Unhas yang berhadapan langsung dengan Masjid Ikhtiar.

“Saya suruh Ferry kasi langsung ke panitia masjid lainnya, saya kirimkan nomor rekening tetapi dia kasi cash. Panitia lainnya juga bilang simpan saja dulu,” beber mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

“Siapa yang bilang simpan dulu,” tanya JPU KPK ke NA.

Baca Juga : Eks Dirut PT VALE Sebut Nurdin Abdullah Tidak Pernah Minta Uang Sepeserpun

“Pak Latief,” jawab NA.

Uang senilai Rp2,2 M juga Nurdin tukarkan dengan mata uang Singapura. Sehingga berubah menjadi 190.000 SGD.

“Saya bilang ini uang besar dan brankas saya itu kecil di rumah. Jadi saya bilang tukar ke USD biar bisa muat,” katanya.

Kemudian ada pula penerimaan dari Haeruddin Rp1 M. Jika uang dari Ferry ia akui yang menginisiasi dialokasikan ke pembangunan Masjid Ikhtiar, sementara untuk sumbangan Haeruddin, Nurdin menuturkan bahwa Haeruddin yang meminta untuk dialokasikan membantu masjid.

Selain mengakui sebagai penghubung akan bantuan, Nurdin juga mengungkapkan mewakafkan lahan miliknya untuk pembangunan berbagai masjid, selain tanah untuk diwakafkan, NA juga mengungkap sumbangan berupa dana pribadi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...