Logo Sulselsatu

Sulsel Deflasi Sebesar -0,27 Persen di Agustus 2022, Andil Terbesar Akibat Harga Tiket Pesawat Turun

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 02 September 2022 13:39

Ilustrasi deflasi (dokumen: internet)
Ilustrasi deflasi (dokumen: internet)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bulan Agustus 2022, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami deflasi sebesar -0,27 persen. Deflasi dipengaruhi akibat penurunan harga tiket pesawat pada kelompok transportasi sebesar 1,02 persen.

Kondisi ini jauh berbeda dari bulan sebelumnya yang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,12 persen.

Sementara itu, jika melihat dari 5 kota IHK (Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone) di Sulsel, Kota Palopo merupakan satu-satunya daerah yang mengalami inflasi bulanan sebesar 0,26 persen. Sedangkan deflasi bulanan terdalam dialami oleh Kota Watampone sebesar-0,69 persen (mtm).

Baca Juga : Program NSE CBP Rupiah dan Green PUR BI Sulsel Raih Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Fadjar Marjadi mengatakan, deflasi di Sulsel utamanya disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Kelompok Transportasi dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,25 persen dan -0,12 persen.

“Deflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tercatat sebesar -0,81 persen dipengaruhi oleh penurunan harga bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam ras, dan cabai merah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, (1/9/2022).

Sementara itu, lanjutnya, deflasi Kelompok Transportasi yang tercatat sebesar -1,02 persen disebabkan oleh penurunan harga tarif angkutan udara dipengaruhi oleh penurunan permintaan pasca libur dan harga avtur dunia.

Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Lebih lanjut, Fadjar menyebutkan, deflasi lebih dalam tertahan oleh inflasi pada Kelompok Pakaian dan Alas Kaki dan Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga yang masing-masing memiliki andil inflasi sebesar 0,03 persen dan 0,02 persen.

“Dalam rangka menguatkan langkah-langkah pengendalian inflasi pangan dari sisi supply, Bank Indonesia bersinergi dengan Kementrian/Lembaga dan stakeholder lainnya untuk melaksanakan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). GNPIP berlandaskan strategi 4K yang lebih integratif, masif, serta berdampak nasional diharapkan dapat menahan laju inflasi yang terus meningkat,” ujarnya.

Dirinya menilai, proses pemulihan ekonomi yang terus berlanjut diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi di Sulsel. Risiko tekanan harga dari inflasi impor akibat gangguan rantai pasokan global akibat situasi geopolitik di Eropa dan Taiwan masih perlu diwaspadai.

Baca Juga : Dukung Kajian IMTI 2026, BI Sulsel Dorong Penguatan Pariwisata Ramah Muslim

“Ke depan, inflasi Sulsel diperkirakan terkendali seiring dengan upaya yang dilakukan oleh TPID Sulawesi Selatan dalam menjaga kestabilan harga baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan20 September 2026 14:37
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Dunia riset pelajar Sulawesi Selatan kembali menempatkan SMP Islam Athirah Makassar di panggung nasional....
News20 September 2026 13:57
Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74
KALLA memasuki usia ke-74 tahun dengan mengusung tema “Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow”....
News20 September 2026 11:28
PLN dan Lima Kantor Pertanahan BPN Tinjau Tapak SUTET 275 kV Palopo-Bakaru
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama lima Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan peninjauan lapangan un...
Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...