Logo Sulselsatu

Hadir Jadi Panelis, CEO PT Vale di Hannover Messe: Tumbuh Bersama Menuju Masa Depan Indonesia Berkelanjutan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 20 April 2023 20:37

CEO PT Vale Febriany Eddy hadir jadi panelis di Hannover Messe Jerman (dokumen: istimewa)
CEO PT Vale Febriany Eddy hadir jadi panelis di Hannover Messe Jerman (dokumen: istimewa)

SULSELSATU.comCEO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Febriany Eddy menjadi salah satu pembicara pada sesi panel Investing in Manufacturing Sector di forum internasional Hannover Messe, Jerman, Rabu (19/04/2023) pagi waktu setempat.

Febri menjadi panelis bersama Deputi Promosi Investasi Kementerian Investasi Nurul Ichwan, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar, dan Country President Schneider Electric Roberto Rossi, dengan moderator yang juga Staf Ahli Menteri Perindustrian Affan Alamudi.

Febri mengawali sesinya dengan menyampaikan peran penting sumber daya mineral pada transisi energi. Sebagai salah satu pioner industri pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia, PT Vale konsisten menerapkan prinsip pertambangan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga : MIND ID Kawal Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa, Fokus pada Hilirisasi Berkelanjutan

Operasi Sorowako adalah pabrik nikel RKEF dengan intensitas karbon terendah di Indonesia, karena didukung oleh tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 365 megawatt yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Vale.

Proses peleburan seluruhnya menggunakan sumber energi terbarukan. Selain melakukan reklamasi progresif di dalam areal tambang, PT Vale juga melakukan program reforestasi di luar areal konsesi dengan luasan saat ini telah mencapai sekitar 250 persen lebih besar dari luas lahan yang pernah dibuka oleh PT Vale untuk operasi tambang.

Salah satu contoh lain dari komitmen berkelanjutan PT Vale, adalah investasi untuk Pendidikan. PT Vale melalui yayasannya menjalankan taman kanak-kanak hingga akademi Teknik, dengan lulusan sekitar 2.500 pelajar tiap tahunnya. Perseroan juga membina kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk dengan mendukung program studi Teknik Metalurgi di Universitas Hasanuddin baru-baru ini.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton

“Tidak hanya terfokus pada pengembangan akademis, kami juga menekankan pentingnya praktek berkelanjutan dalam setiap aspek kehidupan kita, hal ini guna mendidik generasi muda untuk membangun Indonesia yang berkelanjutan,”kata Febri.

Febri mengaku bangga karena Vale memberikan prioritas bagi anak bangsa untuk berkontribusi sebagai talenta perusahaan.

“Kami memiliki sekitar 3.000 pekerja, 99,7 persen Warga Negara Indonesia, termasuk saya. Vale memiliki komitmen untuk mengembangkan talenta Indonesia. Jadi, ada intensi dan program untuk mengembangkan talenta,” jelasnya.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

Di hadapan forum yang dihadiri para pemimpin negara maupun pemimpin bisnis berskala global ini, Febri menekankan pentingnya investasi jangka panjang, berkelanjutan, dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Niat tulus yang didukung oleh kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah dan komunitas lokal merupakan kunci keberhasilan investasi jangka panjang PT Vale di Indonesia.

“Jadi, Anda, pelaku bisnis, harus bersikap genuine dalam berbisnis dengan berorientasi jangka panjang dan mengutamakan keberlanjutan. Menurut saya, jika Anda berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, berdiskusi aktif untuk mendapatkan solusi, tak akan ada pihak yang mau menghentikan Anda,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Febri juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rencana ekspansi bisnis PT Vale di tiga provinsi di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp130 triliun.

Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

Pada gelaran Hannover Messe tahun ini, Indonesia menjadi Official Partner Country. Dengan mengusung tema “Making Indonesia 4.0”, Indonesia membuka booth di lokasi acara, di fasilitas eksebisi bernama Messegelände Hannover, di kota Hannover, Jerman.

Pada sesi pembukaan yang berlangsung 17 April 2023, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia merasa terhormat menjadi negara pertama di ASEAN yang dipilih sebagai negara mitra resmi pada pameran industri dan teknologi terbesar di dunia tersebut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...