SULSELSATU.com, MAKASSAR – Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melengserkan Ketua Umum Airlangga Hartarto mendapat respon serius dari Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP).
Bahkan, TP langsung bergerak cepak mengunjungi DPD II. Taufan Pawe lebih dulu mengunjungi Kabupaten Sinjai dan Bulukumba, Jumat, 14 Juli 2023.
Pertemuan bersama kader digelar di Kantor Golkar Sinjai dan Kantor Golkar Bulukumba. Konsolidasi itu bertujuan menyolidkan kader untuk Airlangga Hartarto, dan tidak terpengaruh isu munaslub tersebut.
Baca Juga : Diskusi Masa Depan Sulsel, Arief Rosyid Yakin Golkar Jadi Rumah Politik Anak Muda
<span;>”Golkar tidak asing lagi dengan dinamika. Dan ini dinamika bukan sesuatu yang serius. Makanya saya agendakan kunjungi DPD II agar para pengurus di tingkat kabupaten/kota tidak terpengaruh,” kata Taufan <span;>Pawe.
Wali Kota Parepare dua periode ini menjelaskan, saat Rakernas, 38 pimpinan Golkar provinsi telah memberikan mandat kepada Airlangga Hartarto dalam menyikapi Pemilu 2024 khususnya Pilpres.
“38 pimpinan golkar provinsi memberikan mandat kepada bapak Airlangga untuk memutuskan sendiri apakah beliau menjadi calon presiden atau wakil presiden. Itu keputusan ada ditangan beliau,” ungkapnya.
Baca Juga : Temu Kader Golkar di Takalar, Muhidin Ingatkan Target Penambahan Kursi
Untuk itu, Taufan Pawe meminta seluruh kader Golkar Sulsel tidak terpengaruh isu Munaslub. Tetap fokus bekerja memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024.
“Ingat untuk Sulsel, yang namanya bapak Airlangga Hartarto ‘harga mati’. Kita solid dukung beliau. Tidak boleh ada yang bergeser dari keputusan Munas 2019,” tegasnya.
Usai berkunjung ke Golkar Sinjai dan Bulukumba, Taufan Pawe bakal bergerak lagi menuju Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, dan Takalar.
Baca Juga : Struktur Pengurus Plt Rampung, Muhidin Akan Kunjungi Tiga Dapil Jelang Musda Golkar Sulsel
“Saya akan terus bergerak konsolidasi dengan kader. Jangan sampai isu ini menganggu fokus kita memenangkan Partai Golkar, dan bapak Airlangga Hartarto,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar