Logo Sulselsatu

Plt Rektor UMI Sebut Prof Basri Modding Lakukan Penyelewengan Anggaran Puluhan Miliar

Asrul
Asrul

Selasa, 10 Oktober 2023 22:32

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia atau UMI melantik Prof Sufirman Rahman sebagai Pelaksana tugas (Plt) Rektor UMI.

Direktur Program Pascasarjana (PPs) UMI, Prof Sufirman Rahman untuk sementara waktu menggantikan posisi Prof Basri Modding yang diberhentikan sementara dari Jabatan Rektor UMI periode tahun 2022-2026.

Prof Sufirman Rahman menegaskan bahwa, dasar Ketua pengurus yayasan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara Prof Basri Modding dari jabatan Rektor itu sangat kuat.

Baca Juga : VIDEO: Usai Dilantik, Plt Rektor UMI Prof Sufirman Keliling Fakultas Lakukan Konsolidasi Internal

Pertama, beberapa bulan ini pengawas Yayasan Wakaf telah melakukan audit internal, dari hasil audit itu ditemukan penyelewenan dana yang sangat besar dan fantastis.

“Namun demikian, setelah hasil temuan itu dilaporkan kepada Pak Basri yang saat itu masih rektor. Maka dia sudah menjawab sebahagian diakui, sebahagian tidak akui,” kata Prof Sufirman, kepada wartawan, Selasa (10/10/2023).

Lanjut Prof Sufirman, dalam perkembangan temuan yang disampaikan oleh pengawas yayasan wakaf UMI, ternyata sekitar Rp28,5 miliar itu sudah dikembalikan.

Baca Juga : Prof Basri Modding Ancam Duduki Menara UMI Hingga Ada Kepastian Hukum

“Oleh rektor melalui pimpinan proyek yakni Wakil Rektor I (satu) Dr Hanafi Ashad, ke rekening Yayasan Wakaf UMI. Berarti diakui bahwa danah sekitar Rp28,5 miliar itu bukan dana kecil bukan dana sedikit,” bebernya.

Olehnya itu kata dia, pemberhentian sementara Basri dari jabat Rektor, tujuannya dalam rangka untuk memberikan kesempatan, dan ruang yang besar agar tim audit lebih leluasa melakukan tugasnya.

“Tanpa tekanan, intervensi dan tanpa ancaman atau intimidasi. Karena kalau yang mau diaudit masih berkuasa, gejalanya itu dia akan lakukan manipulasi data kemudian seolah-olah dicocok-cocokkan,” tutur Prof Sufirman.

Baca Juga : VIDEO: Penjelasan Prof Basri Modding Soal Dualisme Kepemimpinan UMI Makassar

Pasalnya, pengurus dan pengawas Yayasan Wakaf UMI masih ingin melakukan audit lanjutan terhadap beberapa proyek yang diduga juga terjadi mark up dan sebagainya.

Karena audit selama inikan tidak diberika akses, karena Prof Basri melarang pejabatnya, staf dan otoritas keuangan di menara UMI untuk melayani, memberikan data dan dokumen ke tim audit. Bahkan informasi berkaitan dengan materi pertanyaan dari auditor dari pengawas Yayasan Wakaf.

“Disinilah terjadi perbedaan atau selisih, disatu sisi UMI melalui pengawas Yayasan Wakaf itu ingin melakukan bersih-bersih dengan melakukan audit. Di satu sisi Prof Basri sebagai rektor menyampikan kepada semua unit pimpinan Fakultas supaya jangan ada mau di audit,” jelasnya.

Baca Juga : Prof Basri Modding Bantah Lakukan Korupsi: Ini Fitnah Keji

Ia menambahkan, adapun audit yang terlanjur terjadi itu karena kebetulan waktu itu Pak Basri Modding tengah menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

“Jadi dengan segala macam cara oleh auditor itu maka dia mendapatkan data dan disampaikan untuk ditanggapi dan dijawab,” terang Prof Sufirman.

Kedua tambahnya, memang kepemimpinan Pak Basri Modding dirasakan oleh civitas akdemikia itu tidak sesuai lagi visi misi umi, terutama main pecat-pecat secara sepihak.

Baca Juga : Plt Rektor UMI Prof Sufirman Bongkar Bobroknya Prof Basri Modding

“Inikan dia tidak dipecat, tapi diberhentikan sementara. Selama menjadi Rektor kan ada dua dekan dipecat. Saya punya KPs-KPs juga sudah banyak dipecat, saya tidak tahu apa masalahnya. Saya sebagai pimpinan unit juga tidak pernah diajak bicara,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...