Logo Sulselsatu

Dorong Transisi Energi Berkelanjutan, PT Vale Tingkatkan Penggunaan Biomassa pada Pabrik Pengolahan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 23 September 2024 15:14

PT Vale terapkan energi bersih dengan menggunakan biomassa. Foto; Istimewa.
PT Vale terapkan energi bersih dengan menggunakan biomassa. Foto; Istimewa.

SULSELSATU.com, BALIKPAPAN – Industri pertambangan dalam operasionalnya diharapkan dapat memberikan kontribusinya dalam transisi energi berkelanjutan. Salah satunya, industri pertambangan nikel yang didorong untuk menerapkan teknologi hijau agar dapat mengurangi dampak pemanasan global.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pada 2030, permintaan nikel akan melonjak setidaknya 65 persen. Indonesia menjadi produsen nikel terbesar di dunia, tentunya dengan kondisi ini industri pertambangan diharapkan tidak hanya fokus pada pencapaian target tersebut.

Sebaliknya andil dalam praktik penambangan berkelanjutan sangat diharapkan agar perusahaan dapat mewujudkan keberlanjutan sumber daya alam.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

Penerapan transisi energi berkelanjutan inilah yang telah dijalankan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam operasional pabrik pengolahan bijih nikel yang dimilikinya.

Upaya yang dilakukan dengan meningkatkan penggunaan biomassa sebagai bahan reduktor di pabrik pengolahan bijih nikel dalam mendukung transisi energi nasional.

Head of Institutional Relations and Permit PT Vale Budiawansyah menuturkan, roadmap PT Vale dalam penerapan transisi energi untuk keberlanjutan untuk penggunaan biomassa telah dijalankan sejak 2023 dan ditargetkan sudah bisa diterapkan secara menyeluruh pada 2027.

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

“Penggunaan biomassa sudah diterapkan dengan mengganti reduktor di kiln menjadi biomassa, saat ini kami telah melakukan trial hingga 50 biomassa sebagai redaktan pada tanur pereduksi dan 20 persen biomassa sebagai burner pada coal mill. Pada 2024 ini, kami akan melakukan long trial 10% persen biomass sebagai redaktan pada tanur pereduksi,” tuturnya dalam Talk Show “Energy Transition For Accelerating NDC 2030 Target” di Balikpapan, Jumat (20/9/2024).

Upaya lain yang dilakukan, tutur Budiawansyah, dengan mengganti bahan bakar di pengering dan kiln menjadi LNG dan pemulihan off-gas, di mana hal ini telah dilakukan pada studi FEL 1 untuk keduanya.

“Dalam uji coba terbaru, kami berhasil memanfaatkan hingga 50 persen biomassa di tanur pereduksi dan 20 persen sebagai burner di coal mill,” tuturnya.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

Di samping itu, perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan mengoperasikan tiga PLTA yang memasok 100 persen kebutuhan energi tanur peleburan.

Dengan total kapasitas mencapai 365 MW, inisiatif ini memungkinkan PT Vale untuk memangkas penggunaan bahan bakar fosil secara signifikan.

“Industri ekstraktif, terutama pyrometallurgy, membutuhkan energi besar. Oleh karena itu, kami telah menerapkan kebijakan penggunaan energi terbarukan, termasuk PLTA dan biofuel,” jelasnya.

Baca Juga : Catut Nama Adat untuk Palang Seba-seba, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun

Budiawansyah mengungkapkan, penggunaan energi bersih melalui biodiesel B30 berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 700.000 ton CO2eq pada 2030.

Di sisi lain, reklamasi lahan pasca-tambang menjadi prioritas utama dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Hingga Agustus 2024, PT Vale telah melakukan reklamasi seluas 3.818 hektare di area bekas tambang, dengan menanam 700.000 bibit pohon setiap tahun.

Hasilnya, sekitar 60 persen bibit yang ditanam adalah pohon lokal, termasuk spesies endemik seperti eboni, dengen, dan kaloju.

Baca Juga : Direktur Keamanan PT TRK Pimpin Blokade Total PSN Pomalaa, Tantang dan Maki Aparat TNI

Dari sisi manajemen energi, PT Vale mencatat peningkatan efisiensi yang signifikan. Total penggunaan energi mencapai 30,97 juta gigajoule (GJ) dengan intensitas energi sekitar 437,9 GJ per ton nikel.

“Kami juga memikirkan strategi efisiensi energi lainnya, seperti memindahkan lokasi fixed plant lebih dekat untuk mengurangi jarak tempuh truk, serta menerapkan mobile screening. Selain itu, penggunaan teknologi seperti liners di PLTA meningkatkan efisiensi energi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, upaya PT Vale sejalan dengan semangat nasional dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) serta upaya global dalam mitigasi perubahan iklim.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...