SULSELSATU.com, MAKASSAR – Makassar kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Berbagai harapan dan tantangan telah disampaikan, termasuk dari Anggota DPRD Makassar Fraksi PPP, Umiyati, yang menyoroti sejumlah program prioritas.

Baca Juga : Legislator Makassar Umiyati Dorong Transparansi Data Pajak, Minta Bapenda Lebih Proaktif
Umiyati menegaskan bahwa program-program gratis yang dijanjikan harus tetap berjalan dengan pelayanan optimal. Ia mengingatkan agar kebijakan gratis tidak hanya sekadar formalitas tanpa diimbangi kualitas layanan yang baik.
“Jangan sampai fasilitas gratis ini ternyata tidak benar-benar gratis dalam arti layanan yang diberikan tidak maksimal. Meskipun gratis, pelayanan harus tetap seperti sebelumnya,” ujarnya usai menghadiri rapat paripurna sertijab Walikota Makassar di Kantor DPRD Makassar, Senin (3/3/2025).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil 4 (Manggala-Panakkukang), Umiyati berharap Munafri dan Aliyah segera menemukan solusi konkret untuk persoalan banjir yang terus menghantui wilayahnya.
Baca Juga : Soal Daycare Anak ASN, Legislator Umiyati Minta Pemkot Tak Buru-Buru Bangun Gedung Baru
“Manggala ini memang sudah rawan banjir. Saya harap solusi yang diberikan tidak hanya wacana, tapi langsung terasa manfaatnya bagi masyarakat. Apalagi saat ini masih musim hujan,” kata anggota Komisi B itu.
Terkait kebijakan retribusi sampah, Umiyati menegaskan bahwa tanggung jawab tetap harus ada meskipun ada program gratis. Ia khawatir jika layanan sampah digratiskan, kualitasnya justru menurun.
“Jangan sampai karena gratis, sampah baru diangkut seminggu sekali. Masyarakat, terutama yang kurang mampu, harus tetap mendapatkan layanan yang baik,” tegasnya.
Baca Juga : Sosialisasi Perda Appakabaji, Legislator PPP Umiyati Dorong UMKM Manfaatkan Fasilitas Pemerintah
Mengenai penyegaran direksi BUMD yang menjadi mitranya di Komisi B, Umiyati menyebut bahwa perubahan itu wajar asalkan tetap mempertimbangkan kompetensi pejabat sebelumnya.
“Kalau memang perlu penyegaran, silakan. Tapi kalau ada yang berkompeten dan layak dipertahankan, kenapa tidak? Yang penting, kepemimpinan baru harus lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya.
Dengan berbagai tantangan ini, kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham diharapkan dapat membawa Makassar ke arah yang lebih baik, dengan kebijakan yang tidak hanya populis, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar