Logo Sulselsatu

Ashabul Kahfi Tegaskan Efek Domino Ekonomi dari Program MBG

Asrul
Asrul

Selasa, 05 Agustus 2025 13:42

istimewa
istimewa

SULSELSATU com, MAKASSAR – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi nasional untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Vann in Sky, Makassar pada Rabu, 30 Juli 2025.

Sosialisasi program MBG bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait pola hidup sehat.

Baca Juga : Ashabul Kahfi Tantang PAN Maros Tambah Kursi DPRD Dua Kali Lipat

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, Direktur Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Gunalan, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala, dan Dosen UIN Alauddin Makassar Syamsul Qomar.

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi menyampaikan bahwa kesehatan anak adalah masa depan berharga bagi setiap bangsa.

MBG adalah program strategis yang tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga masa depan bangsa.

Baca Juga : APPMBGI dan Kemenko Pangan Perkuat Sinergi untuk Sukseskan Program MBG

“Generasi sehat adalah fondasi Indonesia Emas 2045. Jika anak-anak kita tumbuh dalam kondisi stunting, anemia, atau kekurangan gizi, maka mereka akan sulit bersaing di masa depan. MBG hadir sebagai solusi konkret untuk mencegah hal ini,” kata Ashabul Kahfi.

Ia mencontohkan kesuksesan Ethiopia, di mana program makan gratis di sekolah mampu meningkatkan kehadiran siswa dan kualitas belajar anak.

Menurutnya, Indonesia dapat mencapai dampak serupa karena memiliki sumber daya pangan yang melimpah.

Baca Juga : Ashabul Kahfi: Program MBG Jadi Komitmen Pemerintah Bangun Generasi Emas Bangsa

Ashabul Kahfi juga menyoroti efek domino ekonomi yang ditimbulkan dari adanya program MBG.

Dapur MBG menyerap produk petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal, sehingga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Anggaran yang dialokasikan untuk MBG bukan beban, melainkan investasi besar untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Baca Juga : Ashabul Kahfi Dorong Program MBG, Pastikan Anak Dapat Gizi Seimbang

“Kalau kita ingin generasi yang cerdas, sehat, dan kompetitif, maka kita harus berani mengalokasikan anggaran untuk gizi anak. Ini bukan biaya, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Dengan sinergi pemerintah, DPR, akademisi, masyarakat, dan UMKM lokal, program MBG diharapkan mampu mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Mari kita dukung penuh program MBG, karena ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi tentang masa depan bangsa yang lebih kuat dan berprestasi,” tambahnya.

Baca Juga : PPJI Sinergi Dinkes Makassar, Dorong Standar Keamanan Pangan Demi Zero Accident MBG

Direktur Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Gunalan menegaskan bahwa program MBG adalah investasi terbesar bangsa dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Ia memaparkan bahwa tantangan gizi nasional masih signifikan, di antaranya prevalensi perunanan angka stunting, gizi buruk, obesitas, anemia, dan ketimpangan akses pangan sehat, yang masih dialami 26,5% rumah tangga, terutama yang terjadi di wilayah timur Indonesia.

“Program MBG bukan sekadar memberi makanan, tetapi membentuk budaya makan sehat sejak dini. Melalui intervensi pada empat fase pertumbuhan anak – dari 1.000 hari pertama hingga remaja kita dapat menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berprestasi,” ucap Gunalan.

Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Anyelir Puspa Kemala mengungkapkan keterlibatan masyarakat dan UMKM lokal berpengaruh besar terhadap kesuksesan program MBG.

Menurutnya keberhasilan MBG bergantung pada kolaborasi semua pihak: pelaksana lapangan, tenaga kesehatan dan pendidikan, pemerintah, keluarga, serta UMKM lokal.

“Program ini tidak hanya memenuhi 20–30% kebutuhan kalori harian anak, tetapi juga meningkatkan literasi gizi dan menggerakkan ekonomi daerah dengan melibatkan petani, nelayan, dan penyedia pangan local,” imbuh Anyelir.

Sementara itu, Dosen UIN Alauddin Makassar Syamsul Qomar mengaitkan program MBG dengan ajaran Al-Qur’an Surah Al-Ma’un yang menekankan kepedulian sosial, khususnya kepada anak yatim dan orang miskin.

“Orang yang tidak peduli pada kebutuhan makan orang miskin diancam sebagai pendusta agama. MBG adalah wujud nyata kepedulian sosial yang sesuai ajaran Al-Qur’an,” tutup Syamsul.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...
Ekonomi23 Agustus 2026 15:36
Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen
Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Iden...
Video22 Agustus 2026 21:31
VIDEO: Rumah Terduga Pelaku Pembunuhan di Enrekang Dirusak Massa
SULSELSATU.com — Rumah terduga pelaku pembunuhan di Kecamatan Anggeraja, Enrekang, dirusak massa, Jumat (21/8) malam. Massa membongkar rumah yang sa...
News22 Agustus 2026 20:45
Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT
Grup Astra Makassar menyalurkan bantuan berupa 400 dus Indomie bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)....