Logo Sulselsatu

Observatorium Unismuh Makassar Fasilitasi Rukyatul Hilal Kemenag, Meski Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari 2026

Asrul
Asrul

Rabu, 18 Februari 2026 12:55

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memastikan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Meski demikian, Unismuh tetap membuka diri menjadi tuan rumah pemantauan hilal yang diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka penentuan 1 Ramadan 1447 H.

Pengamatan hilal rencananya dipusatkan di Observatorium Unismuh yang berada di lantai 18 Menara Iqra, pada Selasa, 17 Februari 2026. Sejumlah unsur diundang hadir, antara lain Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia, Pengadilan Agama, Badan Hisab Rukyat, BMKG, ormas Islam, serta kalangan akademisi dan media.

Baca Juga : Unismuh Makassar Gelar Jalan Sehat Semarak Milad ke-63, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan

Pengelola Observatorium Unismuh, Hisbullah, menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan wujud konsistensi Muhammadiyah dalam memegang prinsip keilmuan sekaligus menjunjung tinggi toleransi.

“Secara organisasi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H berdasarkan KHGT, yang secara hisab menunjukkan bahwa ijtimak telah terjadi dan hilal telah memenuhi kriteria imkan rukyat global. Karena itu, warga Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026,” ujarnya di Kampus Unismuh Makassar, Selasa, 17 Februari 2026.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid. Muhammadiyah menggunakan parameter KHGT sebagai pedoman utama.

Baca Juga : Pelantikan Pejabat Struktural Unismuh Jadi Momentum Penguatan I-GIFT dan Budaya Amanah

Hasil hisab menunjukkan bahwa daratan Amerika (Alaska) telah memenuhi kriteria ketinggian dan elongasi bulan. Ketinggian bulan tercatat lebih dari 5 derajat dengan elongasi lebih dari 8 derajat. Karena parameter sudah terpenuhi, maka awal bulan sudah bisa ditetapkan.

Hisbullah menjelaskan, KHGT merupakan sistem kalender yang menyatukan penanggalan hijriah secara global dengan basis astronomi modern. Prinsipnya, apabila hilal telah memenuhi kriteria visibilitas di suatu wilayah di muka bumi, maka seluruh kawasan yang masih berada dalam rentang malam yang sama mengikuti tanggal tersebut.

“Pendekatan ini memungkinkan keseragaman awal bulan kamariah di tingkat global. Muhammadiyah memandangnya sebagai ijtihad kolektif yang selaras dengan perkembangan ilmu falak kontemporer,” katanya.

Baca Juga : Dua Profesor Jepang Akan Berkuliah Tamu di Unismuh, Buka Peluang Riset dan Pertukaran Mahasiswa

Meski telah memiliki ketetapan sendiri, Muhammadiyah—termasuk Unismuh sebagai bagian dari Persyarikatan—tetap bersedia memfasilitasi rukyatul hilal pemerintah. Wakil Rektor III Unismuh, Dr KH Mawardi Pewangi, menyebut langkah itu sebagai pengejawantahan Kepribadian Muhammadiyah.

“Muhammadiyah memiliki prinsip membantu pemerintah dan bekerja sama dengan berbagai golongan dalam membangun kehidupan berbangsa. Perbedaan metode penetapan awal Ramadan tidak boleh menghalangi kerja sama dan ukhuwah,” ujar Mawardi.

Menurut dia, kesediaan menjadi tuan rumah pengamatan hilal justru menunjukkan kedewasaan beragama dan berorganisasi. “Kami ingin kampus ini menjadi ruang dialog ilmiah sekaligus ruang kebersamaan. Observatorium Unismuh terbuka untuk kepentingan umat dan bangsa,” katanya.

Baca Juga : Asesor LAM-PTKes Visitasi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Unismuh Makassar

Observatorium Unismuh berdiri sejak 2021 dan menjadi salah satu fasilitas astronomi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah. Fasilitas ini dilengkapi dua kubah pengamatan (dome) dan tiga teleskop modern untuk observasi benda langit. Selain digunakan untuk rukyatul hilal, observatorium juga menjadi laboratorium pembelajaran ilmu falak dan astronomi bagi mahasiswa serta sarana edukasi publik.

Hisbullah menambahkan, keterlibatan Unismuh dalam rukyatul hilal Kementerian Agama bukanlah bentuk kompromi terhadap keputusan organisasi, melainkan ekspresi dari etika kolaborasi.

“Dalam tradisi Muhammadiyah, perbedaan ijtihad adalah keniscayaan. Yang utama adalah menjaga persatuan dan memberi kontribusi nyata bagi kepentingan umat,” ujarnya.

Baca Juga : Unismuh Makassar dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Publikasi Ilmiah

Dengan demikian, di tengah kemungkinan perbedaan awal Ramadan di tingkat nasional, Unismuh menegaskan dua hal sekaligus: konsistensi pada keputusan KHGT dan komitmen terhadap toleransi serta kerja sama lintas lembaga. Sebuah sikap yang, menurut Mawardi, merefleksikan watak Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, teguh dalam prinsip, namun terbuka dalam pergaulan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...