Logo Sulselsatu

Dugaan Penyimpangan BOS SMA/SMK di Takalar Mengemuka, Aktivis Minta Kejari Bertindak Tegas

Dugaan Penyimpangan BOS SMA/SMK di Takalar Mengemuka, Aktivis Minta Kejari Bertindak Tegas

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Jumat, 13 Maret 2026 14:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, TAKALAR – Aktivis Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (DPN-GNPK) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Takalar.

Wakil Ketua DPN GNPK, Ramzah Thabraman, mengatakan aparat penegak hukum harus fokus menelusuri dugaan mark up anggaran serta kemungkinan adanya laporan pertanggungjawaban fiktif dalam pengelolaan dana BOS tersebut.

Menurutnya, pengelolaan dana pendidikan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel karena anggaran tersebut bersumber dari keuangan negara yang diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Baca Juga : VIDEO: Kejati Sulsel Sebut Temukan Fakta Keterlibatan Bahtiar di Kasus Bibit Nanas

 

“Jika benar ada indikasi mark up atau laporan fiktif dalam penggunaan dana BOS, maka itu harus diusut secara tuntas. Jangan sampai dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa justru disalahgunakan,” ujar Ramzah.

Informasi terbaru yang dihimpun, penyidik Kejari Takalar tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua kepala sekolah, yakni Kepala SMAN 2 Takalar dan Kepala SMAN 3 Takalar. Pemeriksaan tersebut diketahui berlangsung pada pekan lalu sebagai bagian dari proses pengumpulan keterangan.

Baca Juga : Kajati Baru Didesak Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi P3A di Takalar

Ramzah juga mengapresiasi langkah Kejari Takalar yang mulai menindaklanjuti informasi dugaan penyimpangan tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi perhatian publik dan diharapkan mampu mengungkap fakta secara objektif.

Ia menegaskan, proses hukum harus berjalan secara transparan agar mampu menjaga integritas dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Takalar.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya masih dinantikan masyarakat.

Baca Juga : FORPMAHUM Tantang Kejati Usut Proyek PLTS Selayar Rp92 Miliar

Apalagi, berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap sekolah mengelola dana BOS dengan nilai yang mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun. Nilai anggaran yang cukup besar itu dinilai rawan terjadi penyalahgunaan apabila tidak diawasi secara ketat. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Aneka18 Mei 2026 14:42
Asmo Sulsel Bagikan Tips Aman Membawa Barang Besar dengan Sepeda Motor
Sepeda motor masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menunjang aktivitas harian, termasuk saat membawa barang belanja atau barang bawaan berukura...
Otomotif18 Mei 2026 11:01
Penjualan Naik 32 Persen, Toyota Agya Kuasai 30 Persen Pasar Compact Entry
Toyota Agya kembali menunjukkan performa positif di pasar otomotif nasional. Hingga April 2026, mobil hatchback andalan Toyota ini mencatat pertumbuha...
Makassar17 Mei 2026 15:53
Ramai Kritik MBG di Unhas, Tamsil Linrung Sebut Banyak Salah Paham
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung merespons kritik yang mencuat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalanka...
Sulsel17 Mei 2026 13:29
MAXi Yamaha Day 2026 Libatkan 1.000 Riders se-Sulselbar, Hadirkan Penampilan Ridwan Sau
MAXi Yamaha Day 2026 sukses digelar di Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone, Sabtu (16/5/2026). Perayaan tahunan bagi pengguna MAXi Yamaha ini melibatkan ...