Logo Sulselsatu

Sekitar 8 Ribu Jamaah Ikuti Salat Id di Unismuh Makassar, Khatib Tekankan Akhlak Mulia

Asrul
Asrul

Jumat, 20 Maret 2026 18:29

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Meski hujan deras mengguyur Kota Makassar sejak subuh, sekitar 8000 jamaah tetap memadati Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H, Jumat, 20 Maret 2026.

Awalnya, Salat Id direncanakan digelar di pelataran kampus. Namun karena hujan tak kunjung reda, pelaksanaan dipindahkan ke Balai Sidang Muktamar dan Masjid Subulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar.

Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Makassar, tetapi juga dari Kabupaten Gowa dan sejumlah daerah sekitar. Sejak pagi, kawasan kampus dipadati warga yang datang untuk beribadah pada hari kemenangan.

Baca Juga : Unismuh Makassar Gelar Jalan Sehat Semarak Milad ke-63, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan

Salat Id itu turut dihadiri jajaran pimpinan Unismuh, pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, serta sejumlah tokoh publik. Tampak hadir Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse, Wakil Ketua PWM Sulsel Dr Muh Syaiful Saleh, serta sejumlah tokoh lainnya, termasuk anggota DPR RI. Anggota DPR RI yang tampak hadir, Dr Ashabul Kahfi, dan Drs Muslimin Bando, M.Pd.

*Ibadah Harus Berbuah Akhlak*

Khatib Idulfitri Dr KH Mawardi Pewangi dalam khutbahnya menekankan bahwa takwa harus melahirkan akhlak mulia, bukan berhenti pada ritual semata. Menurutnya, ibadah yang benar harus tercermin dalam hubungan yang baik dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan.

Baca Juga : Pelantikan Pejabat Struktural Unismuh Jadi Momentum Penguatan I-GIFT dan Budaya Amanah

“Ibadah sejatinya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi bertakwa yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menahan amarah, memaafkan, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sosial.

Mawardi juga menyoroti tantangan kehidupan modern, terutama media sosial yang kerap menjadi ruang lahirnya konflik, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

Baca Juga : Dua Profesor Jepang Akan Berkuliah Tamu di Unismuh, Buka Peluang Riset dan Pertukaran Mahasiswa

“Di tengah kehidupan yang serba terbuka, diperlukan benteng iman, ilmu, dan akhlak mulia. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa memberi dampak pada perilaku,” katanya.

Menurutnya, ukuran kualitas keimanan seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya. Karena itu, momentum Idulfitri harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.

Dalam khutbah itu, ia juga mengajak generasi muda Muslim untuk tampil sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap yang bijak dan berkeadaban.

Baca Juga : Asesor LAM-PTKes Visitasi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Unismuh Makassar

*Momentum Kembali ke Fitrah*

Ditemui usai pelaksanaan salat Idulfitri, Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, melainkan momentum kemenangan spiritual setelah sebulan penuh umat Islam menahan diri dan melawan hawa nafsu.

“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah umat Islam berjuang melawan hawa nafsu. Ini bukan hanya tentang kembali makan, tetapi kembali pada kehidupan yang lebih baik, lebih suci, dan lebih mulia,” ujarnya.

Baca Juga : Unismuh Makassar dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Publikasi Ilmiah

Menurutnya, Idulfitri harus dimaknai sebagai ajang kembali kepada fitrah, mempererat ukhuwah Islamiyah, saling memaafkan, dan membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Abd Rakhim juga menyinggung perbedaan penetapan hari raya yang menurutnya merupakan dinamika dalam pemahaman keagamaan. Perbedaan, kata dia, lahir dari metode yang digunakan dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

“Perbedaan itu tidak menjadi persoalan, justru menunjukkan dinamika dalam berpikir. Ke depan, diharapkan dialog keagamaan yang dipadukan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dapat menemukan titik temu,” katanya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah pada tahun ini telah menerapkan kalender Hijriah global tunggal dengan satu matla’ untuk seluruh dunia, sehingga penentuan 1 Syawal berlaku seragam di berbagai belahan dunia.

Pelaksanaan Salat Id di Unismuh Makassar kali ini tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi ribuan jamaah, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa kemenangan Ramadan harus tercermin dalam akhlak, persaudaraan, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...