SULSELSATU.com, MAKASSAR — Politikus Partai Golkar, Idrus Marham, menilai strategi politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto tetap berlandaskan prinsip bebas aktif sebagaimana diamanatkan ideologi dan konstitusi Indonesia, namun dijalankan dengan pendekatan yang lebih dinamis.
Menurut Idrus, konsep bebas aktif yang dijalankan pemerintah saat ini tidak lagi dipahami secara statis, melainkan sebagai strategi diplomasi yang fleksibel dengan membuka komunikasi ke berbagai kelompok dan forum internasional.
Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam berbagai forum internasional merupakan bagian dari strategi komunikasi politik untuk menjelaskan sikap dasar Indonesia dalam hubungan internasional, termasuk dalam merespons isu Palestina dan krisis kemanusiaan di Gaza.
Baca Juga : Idrus Marham: Menteri Tak Efektif Sebaiknya Diganti, Jangan Rugikan Rakyat
“Prinsip dasar politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif, tetapi dalam perspektif dinamis. Artinya terbuka, mengalir, tetapi tidak hanyut,” ujarnya di Makassar, Senin (30/3/2026).
Idrus menegaskan bahwa sikap Indonesia tetap konsisten pada amanat konstitusi bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Oleh karena itu, kolonialisme dan imperialisme, menurutnya, sejak dahulu merupakan hal yang harus ditentang oleh Indonesia.
Baca Juga : Idrus Marham Sebut Golkar Konsisten Dukung MBG dan Dorong Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Ia juga menilai langkah Prabowo menghadiri berbagai forum internasional merupakan peluang untuk mempertegas posisi Indonesia di dunia internasional, bukan berarti mengikuti arus politik negara lain.
“Masuk dalam forum internasional bukan berarti ikut arus, tetapi kesempatan untuk menjelaskan sikap dasar bangsa Indonesia,” katanya.
Namun demikian, Idrus mengakui bahwa kebijakan luar negeri yang dinamis tersebut perlu dijelaskan secara lebih kuat kepada publik oleh para menteri dan juru bicara pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Baca Juga : Idrus Marham Pastikan Soliditas Golkar Kawal Politik Luar Negeri Presiden Prabowo
Selain membahas politik luar negeri, Idrus juga menyinggung kepemimpinan Prabowo yang menurutnya memiliki paradigma membesarkan Indonesia, bukan menguasai kekuasaan.
Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu mencontohkan bagaimana Prabowo merangkul berbagai pihak, termasuk kompetitor politik pada Pilpres 2024, untuk bersama membangun pemerintahan.
Terkait kritik terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah, termasuk yang disampaikan oleh Said Didu, Idrus menilai bahwa kebijakan strategis pemerintah sebenarnya sudah baik, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan energi. Namun, menurutnya, tantangan utama terletak pada implementasi di tingkat kementerian.
Baca Juga : Konflik PBNU Menuju Islah, Idrus Marham: Kembalikan NU ke Rumah Besar Umat
“Persoalannya bukan pada kebijakan presiden, tetapi bagaimana para menteri, wakil menteri, dan juru bicara mampu menjelaskan dan menerjemahkan kebijakan itu menjadi program nyata yang dirasakan rakyat,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar