Logo Sulselsatu

Politik Luar Negeri Prabowo Dinilai Lebih Fleksibel, Idrus Marham: Terbuka tapi Tidak Hanyut

Asrul
Asrul

Senin, 30 Maret 2026 13:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Politikus Partai Golkar, Idrus Marham, menilai strategi politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto tetap berlandaskan prinsip bebas aktif sebagaimana diamanatkan ideologi dan konstitusi Indonesia, namun dijalankan dengan pendekatan yang lebih dinamis.

Menurut Idrus, konsep bebas aktif yang dijalankan pemerintah saat ini tidak lagi dipahami secara statis, melainkan sebagai strategi diplomasi yang fleksibel dengan membuka komunikasi ke berbagai kelompok dan forum internasional.

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam berbagai forum internasional merupakan bagian dari strategi komunikasi politik untuk menjelaskan sikap dasar Indonesia dalam hubungan internasional, termasuk dalam merespons isu Palestina dan krisis kemanusiaan di Gaza.

Baca Juga : Gus Kikin Terpilih Ketum PBNU, Idrus Marham: Pasangan Ideal Perkuat Peran NU Hadapi Tantangan Membentuk Peradaban

“Prinsip dasar politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif, tetapi dalam perspektif dinamis. Artinya terbuka, mengalir, tetapi tidak hanyut,” ujarnya di Makassar, Senin (30/3/2026).

Idrus menegaskan bahwa sikap Indonesia tetap konsisten pada amanat konstitusi bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Oleh karena itu, kolonialisme dan imperialisme, menurutnya, sejak dahulu merupakan hal yang harus ditentang oleh Indonesia.

Baca Juga : Idrus Marham Luncurkan Buku tentang NU dan Tantangan Peradaban

Ia juga menilai langkah Prabowo menghadiri berbagai forum internasional merupakan peluang untuk mempertegas posisi Indonesia di dunia internasional, bukan berarti mengikuti arus politik negara lain.

“Masuk dalam forum internasional bukan berarti ikut arus, tetapi kesempatan untuk menjelaskan sikap dasar bangsa Indonesia,” katanya.

Namun demikian, Idrus mengakui bahwa kebijakan luar negeri yang dinamis tersebut perlu dijelaskan secara lebih kuat kepada publik oleh para menteri dan juru bicara pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Baca Juga : Idrus Marham Bantah Spekulasi Ketum Golkar Bahlil Menuju Pilpres 2029

Selain membahas politik luar negeri, Idrus juga menyinggung kepemimpinan Prabowo yang menurutnya memiliki paradigma membesarkan Indonesia, bukan menguasai kekuasaan.

Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu mencontohkan bagaimana Prabowo merangkul berbagai pihak, termasuk kompetitor politik pada Pilpres 2024, untuk bersama membangun pemerintahan.

Terkait kritik terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah, termasuk yang disampaikan oleh Said Didu, Idrus menilai bahwa kebijakan strategis pemerintah sebenarnya sudah baik, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan energi. Namun, menurutnya, tantangan utama terletak pada implementasi di tingkat kementerian.

Baca Juga : Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi

“Persoalannya bukan pada kebijakan presiden, tetapi bagaimana para menteri, wakil menteri, dan juru bicara mampu menjelaskan dan menerjemahkan kebijakan itu menjadi program nyata yang dirasakan rakyat,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...