Logo Sulselsatu

Cerita di Balik Kelulusan SNBP Siswa SMA Islam Ranu Harapan

Asrul
Asrul

Kamis, 02 April 2026 14:37

Tampak dari depan sekolah Ranu Harapan Islamic School (RHIS) di Jalan Meranti nomor 222, Panakkukang, Makassar. Foto/Sulselsatu
Tampak dari depan sekolah Ranu Harapan Islamic School (RHIS) di Jalan Meranti nomor 222, Panakkukang, Makassar. Foto/Sulselsatu

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Suasana pagi di SMA Islam Ranu Harapan Makassar tak sekadar dimulai dengan dering bel. Di sana, hari-hari siswa dibuka dengan salat Dhuha dan lantunan ayat suci yang mengalun hingga menjelang siang.

Rutinitas ini, bagi sebagian orang, mungkin tampak sederhana. Namun dari kebiasaan itulah, mimpi-mimpi besar perlahan menemukan jalannya.

Kabar membanggakan datang tahun ini. Di tengah ketatnya Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), empat dari lima siswa sekolah tersebut berhasil menembus perguruan tinggi negeri favorit.

Baca Juga : SMA Unggulan KKSS Bone Rintisan Amran Sulaiman Luncurkan English Foundation Program

Salah satunya adalah Keyziyah Saqiyah Shalsabilah, yang kini resmi menjadi bagian dari Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (S1), Universitas Hasanuddin.

Di balik capaian itu, tersimpan cerita tentang proses panjang yang tak selalu terlihat di permukaan.

Bagi sang ibu, Mismaya Al Khaerat, keberhasilan putrinya bukanlah hasil instan dari bimbingan belajar tambahan di luar sekolah. Ia justru melihat peran besar dari sistem pendidikan yang diterapkan di Ranu Harapan sejak anaknya masih duduk di bangku SMP.

Baca Juga : Tiga Siswa RHIS Jalani Program Intensif Bahasa Arab dan Al-Qur’an di Madinah

“Masuk pagi sholat Dhuha dan mengaji sampai jam 10 pagi. Selain pendidikan umum, ada juga program Tahfidz yang menyenangkan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kurikulum, Mismaya merasakan atmosfer berbeda dalam hubungan antara guru dan siswa. Ia menyebut para pengajar mampu menempatkan diri bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sahabat bagi para remaja yang sedang mencari jati diri.

“Para pengajar itu akrab, mereka menjadi teman bagi anak-anak. Kadang mereka hang out bareng. Menghadapi anak yang sedang remaja tentu kompleks, tapi sebagai orang tua saya sangat terbantu,” tuturnya.

Baca Juga : Orang Tua Apresiasi Pendidikan RHIS, Nilai Tahfidz dan Pembentukan Karakter Anak Berkembang Pesat

“Saya kadang menitipkan pesan atau nasihat lewat guru, karena anak-anak kadang lebih dengar ke guru yang mereka anggap seperti teman.”

Pendekatan yang hangat itu berpadu dengan strategi belajar yang terstruktur. Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah kebijakan khusus setiap hari Rabu. Di hari itu, siswa tidak dibebani pelajaran umum, melainkan difokuskan sepenuhnya untuk persiapan masuk perguruan tinggi.

“Kerennya lagi, di hari Rabu anak-anak tidak direpotkan dengan pelajaran lain. Mereka fokus untuk kesiapan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Alhasil, anak-anak tidak usah lagi ikut bimbingan belajar di luar,” jelas Mismaya.

Baca Juga : Wisuda Tahfidz RHIS 2026, Yayasan Rencanakan Penambahan Gedung Baru

Model ini, menurutnya, membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Guru dapat memantau perkembangan siswa secara langsung, sementara siswa tidak terbebani waktu dan biaya tambahan di luar sekolah.

Hasilnya kini mulai terlihat. Lolosnya Keyziyah melalui jalur prestasi menjadi salah satu bukti bahwa pendekatan pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara nilai akademik dan pembinaan karakter mampu melahirkan capaian yang kompetitif.

“Siswa sudah intensif belajar mempersiapkan diri di sekolah. Begitupun pengajarnya yang sangat memperhatikan siswanya. Ini hal yang menyenangkan bagi kami sebagai orang tua,” katanya.

Baca Juga : IKA Unhas Siapkan Regulasi Baru, Masa Jabatan Pengurus Jadi Lima Tahun

Keberhasilan ini juga disambut hangat oleh pihak yayasan. Ketua Dewan Pembina Yayasan Ranu Prima, Muhammad Ramli Rahim, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pendidikan yang tak hanya berorientasi duniawi, tetapi juga bernilai akhirat.

“Kami memang selalu berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan penting untuk duniawi dan akhirat dari peserta didik,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan doa dan harapan agar para siswa yang telah diterima di kampus pilihan dapat terus berprestasi di masa depan.

Dari ruang kelas yang sederhana hingga mimpi yang menembus kampus ternama, kisah dari Ranu Harapan menjadi pengingat bahwa keberhasilan sering kali tumbuh dari proses yang konsisten—dimulai sejak pagi, dengan langkah kecil yang dilakukan bersama.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...