Logo Sulselsatu

Laporkan Kabid Propam Polda Sulsel ke Mabes Polri, Sarman Tantang Kombes Zulham Effendy Buktikan Dugaan Intervensi Penyidik

Redaksi
Redaksi

Minggu, 19 April 2026 19:11

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang warga Makassar, Andi Sarman, melaporkan Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Zulham Effendy, ke Divisi Propam Mabes Polri atas dugaan intervensi dalam penanganan sengketa lahan di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor B/1214/III/WAS.2.4/2026/Divpropam. Dalam aduannya, Sarman menilai Zulham telah mencampuri proses hukum atas laporannya di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel terkait dugaan penyerobotan lahan oleh Zainuddin Daeng Ngawing.

Sarman bahkan menduga adanya keberpihakan terhadap pihak terlapor dalam sengketa lahan seluas 600 meter persegi tersebut. Ia mengaku pernah dipanggil ke ruang kerja Kabid Propam dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Baca Juga : Pesta Miras di Perumahan Antang Makassar, 13 Remaja Diamankan Polisi

“Dia mempertanyakan sertipikat saya dan mempersoalkan kenapa kasus ini ditangani Jatanras,” ujar Sarman kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, laporan dugaan penyerobotan, pengrusakan, hingga pemalsuan dokumen yang ia ajukan telah masuk sejak Agustus 2024 dan kini telah naik ke tahap penyidikan. Bahkan, perkara tersebut telah melalui gelar perkara khusus.

Namun demikian, Sarman menilai penanganan kasusnya berjalan tidak maksimal. Ia menduga adanya tekanan internal terhadap penyidik, menyusul mutasi terhadap kepala unit yang sebelumnya menangani perkara tersebut.

Baca Juga : Baru Sepekan Menjabat, Dirkrimsus Baru Polda Sulsel Kombes Pol Taufik Herdiansyah Bongkar Mafia BBM Ilegal di Sulsel, Begini Sosoknya

“Informasinya, Kanit yang tangani kasus ini sudah dimutasi. Kami menduga ada kaitannya dengan perkara ini,” katanya.

Sarman juga mengungkapkan, sebelumnya dirinya sempat dilaporkan balik oleh pihak lawan atas tuduhan penyerobotan lahan pada 2022. Namun, laporan tersebut telah dihentikan penyidikannya atau SP3 karena tidak terbukti.

Di sisi lain, ia mengapresiasi respons cepat dari Divisi Propam Mabes Polri. Sarman mengaku telah menjalani pemeriksaan maraton selama sembilan jam di Polsek Tamalanrea.

Baca Juga : Komplotan Begal Truk di Maros Ditangkap, Modus Intai Kendaraan yang Parkir di Bahu Jalan

“Pemeriksaan berlangsung dari pagi sampai sore. Saya melihat Mabes cukup cepat merespons laporan ini,” ungkapnya.

Sarman menegaskan bahwa lahan yang disengketakan diperolehnya melalui lelang negara pada 2009. Ia juga mengaku telah meminta penyidik menghadirkan pihak terkait, termasuk terlapor, Badan Pertanahan Nasional, serta pemerintah setempat untuk memastikan keabsahan lahan, namun belum terealisasi.

Selain melapor, Sarman juga menantang Zulham Effendy untuk membuktikan pernyataannya terkait dugaan ketidakprofesionalan penyidik, termasuk tim Inafis dan BPN yang telah melakukan pemeriksaan di lokasi.

Baca Juga : Penjambret HP Siswi SMP hingga Terseret di Tamalate Makassar Ditangkap, 1 Buron

“Kalau memang ada penyidik yang bermain, tolong dibuktikan. Jangan hanya menyebut tanpa dasar,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan klaim Zulham yang menyebut adanya perubahan peta lokasi setelah tim turun ke lapangan. Menurut Sarman, hal itu perlu dibuktikan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi adanya intervensi.

Sarman menilai dugaan intervensi semakin kuat setelah Zulham mengaku pernah turun langsung ke lokasi sengketa. Ia juga mempertanyakan keterlibatan anggota Propam hingga aparat kepolisian setempat dalam peninjauan lapangan.

Baca Juga : Pemuda di Makassar Ancam Ayahnya Pakai Parang karena Tak Diberi Uang Untuk Judol

Sementara itu, Zulham Effendy sebelumnya telah membantah tudingan intervensi. Ia menyatakan langkah yang dilakukan semata-mata untuk menelusuri dugaan adanya penyidik yang tidak profesional dalam menangani perkara tersebut.

“Tidak ada intervensi, kasus tetap berjalan. Kami justru menemukan indikasi adanya penyidik yang bermain,” ujar Zulham.

Sarman berharap laporannya mendapat perhatian serius, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan Polri, sebagai bagian dari upaya pembenahan institusi kepolisian.

“Saya berharap ada solusi terbaik dan kasus ini bisa ditangani secara adil,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis09 Juni 2026 19:37
Jaringan SMARTFREN Kini Hadir di 400 Kota, Fokus Tingkatkan Pengalaman Digital Pelanggan
SMARTFREN mempertegas transformasi mereknya melalui kampanye "Jagoan Sinyal Se-Indonesia" sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas jaringan da...
Breaking News09 Juni 2026 19:15
Nokia dan Indosat Modernisasi Jaringan 5G, Siapkan Uji Coba AI-RAN di Indonesia
Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjalin kerja sama untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui penerapan teknologi 5G Radio A...
Metropolitan09 Juni 2026 18:57
Pertama di Indonesia Timur, RS Mata JEC Orbita Makassar Hadirkan Presbyond untuk Usia 40 Tahun ke Atas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rumah Sakit (RS) Mata JEC Orbita Makassar menghadirkan teknologi Presbyond sebagai solusi koreksi penglihatan atau pr...
Makassar09 Juni 2026 18:44
Munafri Ajak RT/RW Pimpin Gerakan Pilah Sampah, Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi Lingkungan Terbaik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Usai meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa yang tengah dibenahi menuju sistem sanitary landfill, Wali Kota...