Logo Sulselsatu

Australia Awards Hadir di Unismuh, Mahasiswa dan Dosen Didorong Menembus Beasiswa Global

Asrul
Asrul

Senin, 20 April 2026 18:23

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah Makassar membuka ruang yang lebih dekat bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakses pendidikan tinggi di Australia.

Melalui sosialisasi Australia Awards Scholarship yang menghadirkan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, kampus ini menandai ikhtiar memperluas mobilitas akademik sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusianya.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Teater Gift Unismuh pada Senin, 20 April 2026, itu bukan sekadar forum pengenalan beasiswa. Di hadapan sivitas akademika Unismuh, sosialisasi tersebut juga menjadi ruang untuk menjembatani kebutuhan pengembangan kampus dengan peluang studi lanjut yang disediakan Pemerintah Australia. Poster kegiatan menyebut program itu terbuka bagi mahasiswa dan dosen Unismuh Makassar, dengan skema beasiswa penuh.

Baca Juga : Unismuh Makassar Gelar Jalan Sehat Semarak Milad ke-63, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menyebut kunjungan Todd Dias sebagai kehormatan bagi kampus. Ia menegaskan, Unismuh sedang menata diri sebagai perguruan tinggi swasta yang dikelola secara serius dan diarahkan menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia.

“Unismuh ini salah satu perguruan tinggi swasta yang dikelola secara serius,” kata Rakhim Nanda dalam sambutannya.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian institusi, mulai dari akreditasi unggul, penerapan ISO 21001:2018, di seluruh lembaga, hingga masuknya Unismuh dalam radar sejumlah pemeringkatan internasional.

Baca Juga : Pelantikan Pejabat Struktural Unismuh Jadi Momentum Penguatan I-GIFT dan Budaya Amanah

Bagi Unismuh, peluang studi ke luar negeri tidak dipandang semata sebagai capaian individual. Ia dibaca sebagai bagian dari investasi kelembagaan. Karena itu, forum semacam ini penting, terutama untuk menumbuhkan keberanian, informasi, dan kesiapan di kalangan dosen maupun mahasiswa yang ingin melanjutkan studi.

Todd Dias menyampaikan materi dengan nada yang cair, tetapi padat. Ia menjelaskan Australia Awards sebagai program beasiswa yang telah lama hadir di Indonesia dan mencakup biaya kuliah, perjalanan, pelatihan bahasa, biaya hidup, serta dukungan akademik lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa program itu tidak membatasi usia pendaftar dan memberi ruang bagi pelamar untuk mencoba kembali bila belum berhasil pada kesempatan sebelumnya.

Baca Juga : Dua Profesor Jepang Akan Berkuliah Tamu di Unismuh, Buka Peluang Riset dan Pertukaran Mahasiswa

Yang ditekankan bukan hanya syarat administratif, melainkan arah manfaat. Menurut Dias, pelamar yang kuat bukan sekadar mereka yang ingin belajar di Australia, tetapi mereka yang mampu menjelaskan dampak sepulang studi.

“Lebih baik menulis esai dari segi apa tujuannya, bukan untuk kuliah di Australia, tapi setelah kuliah di Australia. Apa manfaatnya, bukan untuk kalian semua sendiri, tapi untuk masyarakat,” ujar Dias.

Ia secara khusus menilai pelamar dari Indonesia Timur memiliki kekuatan tersendiri, baik karena kedekatan geografis maupun hubungan historis kawasan ini dengan Australia.

Baca Juga : Asesor LAM-PTKes Visitasi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Unismuh Makassar

Penjelasan itu menjadi relevan bagi peserta di Makassar. Di forum tersebut, Dias juga mengingatkan jejak hubungan lama antara Makassar dan Australia Utara melalui jalur perdagangan tripang.

Dengan begitu, pembicaraan tentang beasiswa tidak berdiri dalam ruang kosong. Ia bertumpu pada sejarah kedekatan yang sudah lama terbentuk, lalu diteruskan hari ini melalui pendidikan, riset, dan pertukaran pengetahuan.

Antusiasme peserta tampak dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari kemungkinan pindah bidang studi, peluang bagi perempuan dan kelompok sasaran pemerataan, hingga strategi agar aplikasi lebih menonjol.

Baca Juga : Unismuh Makassar dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Publikasi Ilmiah

Menjawab itu, Dias menekankan bahwa yang paling penting adalah ketajaman visi dan kejelasan dampak. Ia juga menyebut isu disabilitas, kesetaraan gender, dan inklusi sosial sebagai bidang yang mendapat perhatian besar dalam lanskap kebijakan Australia saat ini.

Pada titik ini, acara tersebut memperlihatkan satu pesan yang jelas, beasiswa bukan perkara keberuntungan. Ia menuntut informasi yang cukup, kesiapan yang matang, serta kemampuan membayangkan masa depan secara lebih konkret.

Bagi Unismuh, yang terus memperkuat mutu kelembagaan, akses ke beasiswa internasional mulai diposisikan bukan sebagai jalur tambahan, melainkan bagian dari strategi pengembangan kampus.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel17 Juni 2026 21:16
Pimpin Upacara HKN, Kapolsek Arungkeke AKP Baharuddin Ingatkan Pentingnya Tanggung Jawab Aparatur Negara
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan unsur pimpinan tingkat Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Se...
Sulsel17 Juni 2026 21:09
Kapolsek Arungkeke AKP Baharuddin Pastikan Pengukuran Data Stunting Berjalan Lancar
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kapolsek Arungkeke AKP Baharuddin, SH memantau langsung pengukuran data stunting di Desa Palajau dan Desa Kalumpang ...
Politik17 Juni 2026 21:06
Pelantikan DPW PPP Sulsel Akan Dirangkaikan Penyerahan 21 SK Ketua DPC se-Sulawesi Selatan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan menyiapkan pelantikan pengurus baru ...
Hukum17 Juni 2026 19:23
Kejati Sulsel Juga Satroni Kantor Penyedia Kasus Dugaan Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 M
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus memperluas peng...