Logo Sulselsatu

Partisipasi Perempuan di Industri Tambang Naik, PT Vale Catat Peningkatan Setiap Tahun

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 23 April 2026 14:54

Pekerja perempuan PT Vale berbagi bunga di Hari Kartini. Foto: Istimewa.
Pekerja perempuan PT Vale berbagi bunga di Hari Kartini. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partisipasi perempuan di industri pertambangan menunjukkan tren peningkatan. PT Vale Indonesia Tbk mencatat, hingga April 2026, jumlah pekerja perempuan mencapai 12,37 persen atau 363 dari total 2.934 karyawan.

Berdasarkan lokasi operasional, persentase pekerja perempuan tertinggi berada di IGP Pomalaa sebesar 26,53 persen atau sebanyak 26 dari total 98 karyawan.

Sementara di Sorowako tercatat 10,14 persen atau sebanyak 265 karyawan, dan Morowali sebesar mencapai 22,77 persen yang mencapai 23 dari 101 karyawan.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

Secara tren, keterlibatan perempuan di perusahaan tersebut terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, persentasenya masih berada di angka 8,6 persen, kemudian naik menjadi 8,7 persen pada 2022, 10,21 persen pada 2023, 11,58 persen pada 2024, dan 12,09 persen pada 2025, hingga mencapai 12,37 persen pada 2026.

Dari sisi jabatan, pekerja perempuan telah mengisi berbagai level, mulai dari non-staf hingga manajemen. Tercatat, perempuan juga menduduki posisi strategis seperti senior staf, manajer, hingga general manager dan spesialis, meski jumlahnya masih terbatas di tingkat manajemen puncak.

PT Vale menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender melalui berbagai kebijakan dan program. Perusahaan menerapkan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), yang mencakup target peningkatan jumlah pemimpin perempuan, kebijakan anti-diskriminasi, serta kesetaraan upah.

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

Selain itu, PT Vale juga menyediakan program pengembangan karier seperti pelatihan kepemimpinan, mentoring, serta keterlibatan dalam proyek strategis. Dari sisi rekrutmen, proses seleksi dilakukan berbasis kompetensi tanpa bias gender, termasuk memperkuat peluang bagi perempuan lokal melalui kerja sama pendidikan dan program vokasi.

Dalam implementasinya, PT Vale menerapkan kebijakan tempat kerja inklusif dengan prinsip zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan. Perusahaan juga menyediakan fasilitas ramah perempuan, seperti ruang laktasi, alat pelindung diri yang sesuai, serta kebijakan cuti melahirkan dan fleksibilitas kerja.

Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk Vanda Kusumaningrum mengatakan, meski di PT Vale pekerja perempuan terus naik, tantangan masih ada, terutama karena sektor pertambangan selama ini identik dengan dominasi pekerja laki-laki.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

Untuk mengatasinya, PT Vale melakukan berbagai upaya, mulai dari perbaikan sistem rekrutmen, penguatan budaya inklusif, hingga membuka peluang perempuan di posisi teknis, termasuk operator alat berat dan kerja shift malam.

“Di PT Vale, kami membentuk komunitas internal bernama Vale Women Network sebagai wadah pengembangan dan penguatan peran pekerja perempuan di lingkungan kerja,” ujar Vanda dalam siaran pers yang diterima, Kamis (23/4/2026).

Dalam momentum Hari Kartini 2026, PT Vale memaknai peringatan tersebut sebagai pengingat untuk terus memperkuat kesetaraan gender di tempat kerja. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam mendorong keberlanjutan industri, termasuk di sektor pertambangan.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi

PT Vale juga menyampaikan pesan kepada perempuan Indonesia agar tidak ragu berkarier di industri tambang. Sektor ini dinilai terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi dan semangat belajar, serta memberikan peluang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan di masa depan.

“Bagi PT Vale, makna Hari Kartini dalam konteks pemberdayaan perempuan tidak sekadar peringatan simbolik, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen terhadap kesetaraan gender di tempat kerja. Mari bekerja Bersama pekerja laki-laki bersinergi untuk mewujudkan energi keberlanjutan. Juga menjadi pengingat untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan bebas diskriminasi, sekaligus mendorong perempuan agar berani mengambil peran strategis dan menunjukkan kapasitasnya,” tambahnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...