SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program PASplus yang dihadirkan Pelita Air dinilai memberikan manfaat tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga bagi pelaku usaha yang menjadi mitra maskapai tersebut.
Salah satunya dirasakan Eksposed Cafe, tenant makanan dan minuman yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Melalui program tersebut, penumpang Pelita Air dapat menikmati berbagai promo dengan cukup menunjukkan boarding pass di outlet mitra.
Baca Juga : Pelita Air Resmikan Penerbangan ke Makassar, Gubernur Sulsel: Dorong Ekonomi dan Pariwisata Timur Indonesia
Skema ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan usaha di area bandara.
Pemilik sekaligus CEO PT Arumahira Kuliner Indonesia, Riska Namirah, mengatakan program PASplus mendapat respons positif dari para pelanggan. Menurutnya, promo yang diberikan menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang sebelum melakukan penerbangan.
“Respon pelanggan kami terkait promo PASplus sejauh ini sangat positif. Penumpang Pelita Air bisa langsung merasakan benefit bahkan setelah check-in dan sebelum terbang dengan adanya potongan harga yang diberikan hanya dengan menunjukkan boarding pass di outlet kami yang ada di Bandara Sultan Hasanuddin,” ujar Riska dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga : VIDEO: Insiden Oknum Keroyok Driver Taksi Online di Bandara Hasanuddin Makassar Berakhir Damai
Ia menjelaskan, pelanggan yang telah mengetahui program tersebut umumnya kembali memanfaatkan promo setiap kali bepergian menggunakan Pelita Air.
“Bagi pelanggan yang sudah tahu mengenai informasi promo ini dan sudah pernah merasakan langsung benefit-nya di perjalanan sebelumnya, ketika mereka bepergian dengan Pelita Air, secara langsung pasti akan meluangkan waktu untuk masuk ke outlet kami untuk menikmati fasilitas promo tersebut,” katanya.
Riska menambahkan, kerja sama melalui PASplus juga membantu memperluas jangkauan pelanggan. Sejumlah pengunjung baru yang datang karena program tersebut bahkan telah menjadi pelanggan tetap.
Baca Juga : Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Menurun
“Ya, ada beberapa pengunjung baru yang menjadi tamu repeater kami,” ungkapnya.
Menurutnya, informasi mengenai PASplus kini telah disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari e-boarding pass, layanan WhatsApp, media sosial, hingga situs resmi Pelita Air.
Namun, ia berharap sosialisasi program dapat terus diperluas agar semakin banyak penumpang mengetahui manfaat yang ditawarkan.
Baca Juga : Bank Sulselbar Resmikan D’Lounge di Bandara Sultan Hasanuddin, Perluas Jangkauan Layanan Bagi Masyarakat
“Harapan saya untuk Pelita Air, semoga ke depannya menjadi maskapai terdepan di Indonesia dengan service dan pelayanan yang prima. Besar harapan saya juga agar rute Pelita Air semakin banyak melalui Makassar.
Terkait kerja sama program PASplus, mungkin informasi kepada pelanggan mengenai program atau promo tersebut bisa lebih ditingkatkan lagi agar antusiasme dan jumlah pelanggan bisa lebih banyak,” tuturnya.
Eksposed Cafe sendiri memulai usahanya pada Oktober 2020 sebagai fasilitas pendukung homestay yang dikelola perusahaan.
Baca Juga : Legislator DPRD Sulsel Ramai-ramai Soroti Proyek Bandara Sultan Hasanuddin
Seiring meningkatnya minat pelanggan, usaha tersebut berkembang dengan membuka sejumlah outlet, termasuk di kawasan Center Point of Indonesia dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Riska mengakui menjalankan usaha makanan dan minuman di kawasan bandara memiliki tantangan tersendiri, mulai dari fluktuasi jumlah penerbangan hingga persaingan yang semakin ketat.
Untuk tetap bertahan, pihaknya terus menjaga kualitas produk, pelayanan, dan kenyamanan pelanggan.
Sejumlah menu seperti Cold White Series, nasi goreng, dan aneka rice bowl masih menjadi favorit pengunjung.
Menurut Riska, keberhasilan bisnis kuliner tidak hanya ditentukan oleh cita rasa produk, tetapi juga pengalaman yang dirasakan pelanggan saat berkunjung.
“Pelajaran terbesar selama mengelola Eksposed adalah saya menyadari bahwa bisnis ini bukan hanya soal makanan dan minuman yang enak. Yang menentukan bertahan atau tidaknya sebuah usaha justru konsistensi, pelayanan, kualitas tim, dan kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap tren yang cenderung berubah-ubah,” ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar