SULSELSATU.com, MAKASSAR – Setelah tiga tahun dipimpin Firmansyah Datu, Tangan di Atas (TDA) Entrepreneur Community Makassar kini memiliki nakhoda baru. A. Muh. Resa Erlangga terpilih sebagai Ketua TDA Makassar periode 9.0 dalam TDA Miles 2026 di Dian Auditorium, Universitas Ciputra Makassar, Minggu (26/7/2026).
Resa dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi komunitas wirausaha tersebut setelah melalui rangkaian kegiatan mulai dari refleksi, pembelajaran, hingga musyawarah yang menjadi penutup masa bakti kepengurusan TDA Makassar 8.0.
Momentum TDA Miles 2026 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir sekaligus penegasan komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai TDA sebagai komunitas yang berorientasi pada pengabdian dan kolaborasi.
Ketua Panitia TDA Miles 2026, Muh. Sigit, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan TDA Makassar 8.0 sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi membesarkan organisasi.
“Perjalanan pelayanan TDA 8.0 kami jadikan momentum untuk merefleksi, mengapresiasi, sekaligus melanjutkan perjuangan yang inspiratif dan bermakna. Sejak pagi peserta telah mengikuti berbagai rangkaian materi hingga menjelang malam, dan akhirnya hari ini kita akan melihat siapa nakhoda baru TDA Makassar 9.0,” ujar Sigit.
Ia mengapresiasi dedikasi kepengurusan sebelumnya, khususnya Ketua TDA Makassar 8.0 Firmansyah Datu yang telah memimpin organisasi selama tiga tahun. Menurutnya, pelaksanaan TDA Miles juga menjadi kegiatan perdana yang diinisiasi Divisi Pengembangan Wilayah dan Divisi Event (PW dan DIVEN), sehingga diharapkan menjadi warisan organisasi yang terus disempurnakan pada kepengurusan berikutnya.
“Semoga kegiatan ini menjadi legacy bagi TDA 9.0 sehingga mampu terus memberikan pengalaman yang berkesan dan bermakna bagi seluruh anggota TDA Makassar,” katanya.
Dalam sambutan perpisahannya, Ketua TDA Makassar 8.0 Firmansyah Datu menyampaikan rasa syukur atas perjalanan kepemimpinannya yang menurutnya tidak akan dapat dilalui tanpa dukungan Badan Musyawarah (BAMUS), para inisiator, mantan ketua, panitia, hingga seluruh anggota TDA Makassar.
Ia menyebut selama menjabat dirinya belajar bahwa menjaga organisasi bukan sekadar menjalankan program, tetapi mempertahankan nilai-nilai yang menjadi fondasi TDA.
“Saya baru benar-benar memahami bahwa menjaga value TDA jauh lebih berat. Di BAMUS saya belajar bagaimana tetap berkontribusi tanpa mengharapkan validasi dan tanpa mengharapkan transaksi. Nilai itu yang terus dijaga oleh para pelayan TDA Makassar hingga hari ini,” ujarnya.
Firmansyah juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang tetap bekerja meski agenda pelaksanaan sempat beberapa kali mengalami penundaan. Menurutnya, semangat panitia menjadi bukti kuatnya komitmen anggota dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Ia menegaskan TDA Miles bukanlah akhir dari kepengurusan 8.0, melainkan awal perjalanan baru bagi kepengurusan 9.0.
“Bagi saya TDA Miles bukan akhir sebuah kepengurusan, tetapi awal dari perjalanan kepengurusan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua TDA Makassar 9.0 terpilih, A. Muh. Resa Erlangga, mengaku tidak menyangka akan menerima amanah memimpin organisasi tersebut. Ia bahkan mengungkapkan sempat beberapa kali menolak pencalonan sebelum akhirnya menerima kepercayaan yang diberikan anggota.
Menurut Resa, kepemimpinan di TDA bukan pekerjaan seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen organisasi, mulai dari BAMUS, pengurus, anggota hingga para mitra.
“Saya mungkin hanya ingin menyampaikan mohon support untuk teman-teman yang akan melanjutkan kepengurusan bersama saya. Saya juga memohon dukungan dari seluruh member, BAMUS, para pendiri, dan mitra-mitra TDA. Saya tidak menyangka bisa berada di posisi ini, tetapi saya percaya ini adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya,” ujar Resa.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar