SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebanyak empat pengurus inti KONI Makassar dikabarkan mengundurkan diri dari jajaran kepengurusan. Pengunduran diri tersebut diduga dipicu sikap Ketua KONI Makassar Ismail yang dinilai tidak terbuka terhadap kritik di internal organisasi.
Empat pengurus tersebut secara bersamaan menyatakan mundur dari kepengurusan pada Senin (11/5/2026).
Mereka masing-masing yakni Sekretaris KONI Makassar Iqbal Djalil, Wakil Sekretaris Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib.
Baca Juga : DPRD Makassar Soroti Masalah Pajak dan Parkir, Gelar RDP Bersama Pengelola Kafe
Salah satu pengurus KONI Makassar yang mengundurkan diri mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan kepengurusan. Ia mengaku sudah tidak lagi sejalan dengan Ketua KONI Makassar lantaran adanya perbedaan visi dalam menjalankan organisasi.
“Kalau saya lebih kepada visi yang tidak sejalan lagi dengan ketua ,saya kurang cocok dengan gaya kepemimpinannya,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada Sulselsatu, Jumat (15/5/2026).
Selain itu, sumber tersebut juga menilai gaya kepemimpinan Ismail kurang terbuka terhadap kritik dan belum mampu merangkul seluruh pengurus di internal organisasi.
Baca Juga : Cabor Kompak Dukung Ismail Pimpin KONI, Janji Benahi Olahraga Makassar dari Hulu ke Hilir
Sumber juga turut menyoroti persoalan tata kelola organisasi yang disebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih mengundurkan diri.
“Menurut saya anti kritik (Ketua KONI Makassar) terus kurang bisa merangkul dan persoalan di tata kelola organisasi,” sambungnya.
Sumber tersebut juga menyoroti minimnya pelaksanaan rapat dalam internal kepengurusan KONI Makassar.
Baca Juga : Usulan Plt Ketum Tak Diterima, Pengurus KONI Makassar Ingatkan KONI Sulsel Agar Tak Gegabah
Menurutnya, forum rapat seharusnya rutin dilakukan sebagai bagian dari koordinasi dan pengambilan keputusan organisasi, namun hal tersebut dinilai jarang terlaksana selama kepengurusan berjalan.
“Dalam kepengurusan itu ada namanya rapat-rapat sering mengadakan rapat ini jarang kita adakan rapat,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar