SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi atau Cicu, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses Masa Persidangan III di kawasan Pasar Terong, Jalan Kubis Nomor 68, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Tompobalang Dharmawangsyah, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta lebih dari 200 warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Dalam dialog bersama warga, Lurah Tompobalang Dharmawangsyah menyampaikan bahwa persoalan sampah dan drainase masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Baca Juga : Andre Prasetyo Tanta Janji Kawal Aspirasi Warga Mangkura soal Posyandu dan Trotoar
Menurutnya, genangan air kerap muncul meski hujan turun dengan intensitas rendah.
“Persoalan utama kami adalah sampah dan drainase. Sedikit saja hujan, kawasan ini langsung tergenang. Kami juga terus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan membudayakan gotong royong,” ujarnya.
Dharmawangsyah juga mengapresiasi kehadiran Ketua DPRD Sulsel yang turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat.
Baca Juga : Fauzi A Wawo Buka Akses Rumah Jabatan hingga Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
“Terima kasih atas perhatian Ibu Dewan. Bahkan malam hari pun masih menyempatkan diri turun menemui warga,” katanya.
Selain persoalan drainase, tokoh masyarakat Pasar Terong, Nawali Jafar, menyoroti kondisi Kanal Panampu yang dinilai membahayakan warga karena belum memiliki pagar pembatas.
Menurutnya, kanal yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang itu telah beberapa kali memicu kecelakaan.
Baca Juga : APT Pastikan Aspirasi Warga Bontorannu Diperjuangkan di DPRD Sulsel
“Kanal ini sampai hari ini belum ditangani, padahal sudah beberapa kali memakan korban. Baru-baru ini sebuah mobil boks hilang kendali dan terjun ke dalam kanal karena tidak ada pagar pembatas,” ungkap Nawali.
Ia menjelaskan, kanal sepanjang sekitar 300 meter tersebut setiap hari dilalui masyarakat. Namun hingga kini belum tersedia pagar pengaman yang memadai.
“Kami khawatir akan kembali terjadi korban jiwa. Persoalan ini sudah berkali-kali kami sampaikan kepada pemerintah, tetapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.
Baca Juga : Legalitas Tanah Jadi Aspirasi Warga Maccini Sombala kepada Andre Prasetyo Tanta
Nawali juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin kompleks karena bercampurnya sampah rumah tangga warga dengan sampah yang berasal dari aktivitas pedagang Pasar Terong.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi menegaskan akan mengoordinasikan persoalan Kanal Panampu dengan instansi yang berwenang, meski kewenangannya berada di pemerintah pusat.
“Kanal tersebut merupakan kewenangan BBWS Pompengan Jeneberang. Namun sebagai wakil masyarakat, Insyaallah saya akan berkoordinasi dengan BBWS. Walaupun bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, persoalan ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” kata Cicu.
Baca Juga : Warga Mandala Curhat Soal Tawuran dan Banjir ke Andre Tanta
Terkait persoalan drainase dan sampah, Cicu meminta pemerintah kelurahan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar agar penanganannya dapat segera dilakukan.
“Saya berharap pemerintah kelurahan terus berkoordinasi dengan Pemkot Makassar agar persoalan drainase dan sampah segera ditangani. Di sisi lain, masyarakat juga harus terus menjaga kebersihan lingkungan sehingga kawasan ini tetap bersih, sehat, dan nyaman,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar